Parkir 'Liar' Hotel Puri Artha Tator Makin Meresahkan, Polres Diminta Bertindak
Bagaimana tidak setiap mereka ada acara tamu-tamu mereka parkir di kiri kanan di bahu jalan sehingga membuat kemacetan.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Masyarakat pengguna jalan menyayangkan manajemen Hotel Puri Artha yang tidak mengindahkan teguran terkait perparkiran mereka yang semrawut. Padahal, teguran sudah berulang kali dilayangkan.
"Teguran sama sekali tak diindahkan. Sampai sekarang mereka masih menggunakan bahu jalan sebagai parkiran. Ini yang terus membuat kemacetan berlarut-larut di sana," ujar seorang warga, Rian kepada PEDOMANMEDIA, Kamis (21/4/2023).
Sebelumnya, Hotel Puri Artha juga disorot karena belum memiliki dokumen analisis mengenai dampak lalu lintas (amdal lalin). Pemerintah daerah bahkan mengancam akan melakukan pembekuan izin sementara.
Lanjut Rian, seharusnya sudah ada tindakan tegas terhadap Puri Artha. Menurutnya, ada kesan pembiaran terhadap pelanggaran itu. Baik dinas perhubungan maupun kepolisian dinilai tak bisa berbuar apa-apa.
Kepala Dinas Perhubungan Tator Zeth mengatakan, kewenangan dishub sangat terbatas. Pihaknya hanya bisa menindak terkait kemacetan. Sementara soal izin penggunaan gedung sebagai tempat resepsi bukan ranah dishub.
"Pengalihan fungsi ini membuat imbas transportasi serius di sana. Di depan hotel hampir setiap saat terjadi kemacetan akibat banyaknya kendaraan tamu yang parkir di bahu jalan," jelas Zeth
Ia menjelaskan, awalnya Hotel Puri Artha masih berfungsi sebagai penginapan. Namun sekarang beralih fungsi dijadikan sebagai tempat acara resepsi pernikahan.
"Ini yang membuat kekacauan luar biasa karena tamu-tamu mereka parkir di bahu jalan sehingga terjadi kemacetan. Sudah beberapa kali dilayangkan teguran tapi tak diindahkan," papar Zeth.
Lanjut Zet dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penertiban atas dasar beberapa laporan yang masuk. Ia akan memeriksa kembali kelayakan lokasi. Termasuk mempertanyakan dokumen amdal lalinnya.
Warga lainnya mendesak kepolisian turun tangan.
"Ini sudah sangat meresahkan. Mereka sering menggelar acara nikahan di sini dan itu membuat aktivitas lalulintas terganggu. Bagaimana tidak setiap mereka ada acara tamu-tamu mereka parkir di kiri kanan di bahu jalan sehingga membuat kemacetan. Kami mendesak pihak kepolisian turun tangan dan melihat surat izin yang mereka punya," terang warga tadi.
Sementara itu Kapolres Tana Toraja AKBP Malpa Malacoppo mengaku akan mempelajari laporan kemaceta di kawasan itu. Menurutnya, jika sampai menimbulkan gangguan ketertiban bagi pengguna jalan, pihaknya akan segera bertindak.
“Silakan laporkan dan kami akan tindak lanjuti,” ujar Malpa.
Sebelumnya Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi' juga mendukung langkah tegas Pemkab dan kepolisian dalam menertibkan Hotel Puri Artha. Dia juga mengakui parkiran hotel itu menjadi biang kemacetan.
"Luar biasa kemacetan di sana kalau ada acara. Ini sangat mengganggu pengendara lainnya. Karena itu saya mendesak dinas yang terkait segera menertibkan itu. Secepatnya kami akan lakukan rapat dengar pendapat agar ada langkah langkah lebih efektif," kata Welem.
Penulis: Nober Salamba
