Kamis, 08 Desember 2022 14:59

Putin Kembali Ancam Barat: Perang di Ukraina Bisa Berujung Pengerahan Nuklir

Vladimir Putin (int)
Vladimir Putin (int)

Dia tidak memberikan pertanda niat untuk menyerah dalam pertempuran, di mana gempuran intens terus berlangsung.

MOSKOW, PEDOMANMEDIA - Presiden Rusia Vladimir Putin kembali melontarkan ancaman akan potensi perang nuklir di Ukraina. Ia menyebut, perang akan berlangsung lama jika Barat tidak segera mengakhiri propaganda.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Kamis (8/12/2022), peringatan itu disampaikan Putin saat berbicara dalam rapat Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Kremlin pada Rabu (7/12) waktu setempat. Peringatan itu dilontarkan setelah lebih dari sembilan bulan Rusia menginvasi Ukraina.

Dalam pernyataannya, Putin terkesan berhati-hati dalam menanggapi ekspektasi untuk penyelesaian awal bagi konflik Ukraina. Dia tidak memberikan pertanda niat untuk menyerah dalam pertempuran, di mana gempuran intens terus berlangsung di sepanjang garis depan pertempuran di wilayah Ukraina bagian timur.

Baca Juga

"Tentu saja, itu mungkin menjadi proses yang panjang," cetus Putin dalam rapat tersebut.

Pernyataan Putin ini tergolong langka karena dia jarang berbicara soal perang yang dipicunya di Ukraina. Terlebih beberapa waktu terakhir, pasukan Moskow mengalami kemunduran dalam menghadapi serangan balik tentara Ukraina, yang diperlengkapi persenjataan Barat,

Saat meluncurkan apa yang disebut sebagai 'operasi militer khusus' di Ukraina pada 24 Februari lalu, Rusia menyebut hubungan Kiev yang semakin mendalam dengan Barat memicu ancaman keamanan. Namun Ukraina dan sekutu-sekutu Barat menyebut invasi Moskow sebagai perampasan tanah oleh imperialis.

Sementara itu, meski menyebut perang masih akan berlangsung lama, Putin juga menegaskan bahwa untuk saat ini tidak akan ada pemanggilan atau mobilisasi kedua bagi tentara-tentara Rusia di Ukraina. Para pejabat Barat menyebut pasukan Moskow telah kehilangan banyak personel dan peralatan dalam pertempuran.

"Dari 300.000 pejuang kita yang dimobilisasi, orang-orang kita, para pembela tanah air, sebanyak 150.000 orang berada di area operasi," sebut Putin, merujuk pada tentara cadangan yang direkrut antara September-Oktober lalu untuk dikerahkan ke Ukraina.

 

Editor : Muh. Syakir
#Presiden Rusia Vladimir Putin #Perang Nuklir
Berikan Komentar Anda