ENREKANG, PEDOMANMEDIA - Ratusan tenaga kesehatan honorer RSUD Massenrenpulu Enrekang mogok kerja sejak Senin kemarin (7/11/2022). Mogok berlangsung hingga hari ini dan berdampak pada pelayanan di rumah sakit.
Di Instalasi gizi dilaporkan, sejumlah pasien tak terurus. Bahkan ada beberapa yang mengeluh kelaparan karena keterlambatan pelayanan.
Kepala Bidang Penunjang RSUD Maspul, Lapananrang menjelaskan aksi ini sangat berdampak. Karena sebagian besar tenaga pada instalasi gizi adalah tenaga honorer yang juga ikut mogok kerja.
"Makanya untuk memenuhi kebutuhan makan para pasien rawat inap terpaksa menajemen RSUD Massenrenpulu harus mengambil langkah antisipasi khusus di bagian Instalasi Gizi harus memesan katering berupa nasi kotak," jelas Lapananrang, Selasa (8/11/2022).
Lapananrang juga mengatakan untuk memenuhi gizi para pasien dengan berbagai penyakit, di Instalasi Gizi terdapat dua dokter Ahli Gizi yang menangani.
"Saya hanya tetap memantau makanan yang dipesan lewat katering harus sesuai standar diet. Tetap sesuai standar menu," ungkapnya.
Ia mengungkapkan, yang terpenting sekarang bagaimana pelayanan tetap berjalan. Jangan sampai ada pasien telantar dan kelaparan.
"Yang terpenting jangan ada pasien yang tidak makan, jangan ada pasien yang tidak tercukupi pemenuhannya dan jangan ada pasien yang longgar dietnya, gizinya harus tercukupi," tambahnya.
Lapananrang tak bisa menjamin bahwa makanan pasien yang dipesan via katering sudah sesuai standar gizi.
"Maaf itu bukan ranah saya," ketusnya.
Sayangnya saat wartawan mendatangi Instalasi Gizi RSUD Maspul, semua ASN yang bertugas di tempat ini menghindar dan menolak untuk dimintai komentar. Yang menjadi pertanyaan keluarga pasien, apakah menu yang dipesan melalui katering tersebut mampu memenuhi kebutuhan pasien yang memiliki riwayat penyakit yang berbeda beda satu sama lainnya.
Demo Mogok kerja Honorer RSUD Massenrenpulu ,Wakil Bupati Kalau tidak kembali melakukan pelayanan maka kami ganti
Ratusan honorer tenaga kesehatan medis dan non medis Rumah Sakit Umum Massenrenpulu Enrekang melakukan aksi mogok kerja di halaman RSUD Massenrenpulu Senin 7 November 2022. Dalam aksi tersebut tenga honorer menuntut pemerintah daerah Enrekang untuk mengevalusi menajemen RSUD Massenrenpulu Enrekang.
Aspar Lainiing selaku koordinator lapangan mengungkapkan bahwa aksi ini dilakukan untuk memprotes sehubungan dengan keterlambatan validasi data tenaga honorer tenaga kesehatan di UPT RSUD Massenrenpulu Enrekang yang menyebabkan 99% tenaga Kesehatan yang terdaftar sebagai honorer tidak terdaftar pada aplikasi SI-SDMK Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Dalam aksinya mereka mendesak pemerintah daerah agar menunda perekrutan P3K untuk sementara waktu. Juga mendesak Pemkab Enrekang untuk melakukan peninjauan ulang
terhadap formasi yang ada di RSU Massenrenpulu
"Kami juga mendesak Pemkab untuk memasukkan formasi jenis tenaga Kesehatan dan non-tenaga kesehatan yang betul betul dibutuhkan. Kami butuh kepastian bukan obral janji," katanya.
Wakil Bupati Enrekang Asman yang di dampingi Kadis Kesehatan Sustrisno dan beberapa staf RSUD Massenrenpulu dalam kesempatan menemui dan berdialog dengan peserta aksi. Asman mengimbau kepada peserta aksi agar tetap berdoa dan bersabar agar pemda mencari solusinya.
"Kalau kalian masih mau bekerja dan mengabdi sebagai tenaga medis dan nonmedis kalian harus bersabar agar Pemda bisa mencari solusinya. Tidak mesti harus menjadi pegawai P3K karena itu di
angkat oleh pusat," kata Asman.
Asman juga mengajak honorer yang melakukan aksi agar berdoa tahun depan RSUD Massenrenpulu berubah status menjadi BLUD agar status kepegawaian honorer bisa berubah.
"Kalau kalian masi melakukan aksi dan tidak kembali bekerja melakukan pelayanan maka kami akan datangkan tenaga kesehatan untuk menggantikan kalian," ancam Asman.
BERITA TERKAIT
-
Kisah Pahit Guru di Enrekang: TPG 2023-2025 Belum Dibayar
-
Sempat Molor, Pemkab Enrekang Resmi Perpanjang Kontrak PPPK
-
Bupati Yusuf Gandeng 2 Peneliti Belanda Wujudkan Transformasi Pertanian di Enrekang
-
Temu Pendidik Nusantara XII di Enrekang: Saatnya Isu Lingkungan jadi Diskusi di Ruang Kelas
-
DPRD Soroti Inspektorat Enrekang: Pengawasan Keuangan tak Proaktif