Minggu, 23 Oktober 2022 16:47

Pulau Kanalo 2 Nikmati Arsinum: Dulu Air Minum Beli ke Kota, Kini Tinggal Pencet

Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman meninjau lokasi Arsinum di Sinjai.
Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman meninjau lokasi Arsinum di Sinjai.

Teknologi pengolahan arsinum ini menjadi salah satu program prioritas Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

SINJAI, PEDOMANMEDIA - Masyarakat Desa Pulau Persatuan, Pulau Kanalo 2, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai akhirnya bisa menikmati air siap minum. Pulau ini satu dari 10 daerah yang menerima program teknologi pengolahan air siap minum (arsinum) di Sulsel.

Adapun arsinum yang diolah, bersumber dari air laut. Dengan teknologi pengolahan arsinum ini bisa memproduksi air siap minum sekitar 5.000 liter/hari.

Teknologi pengolahan arsinum ini menjadi salah satu program prioritas Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Program ini diluncurkan pada Paripurna 353 Tahun Provinsi Sulsel, 19 Oktober 2022. Ada 10 titik di 8 kabupaten. Salah satunya di Pulau Kanalo 2 di Kabupaten Sinjai.

Baca Juga

"Alhamdulillah, kita sudah minum air dari teknologi pengolahan arsinum," ungkap warga setempat, Minggu (23/10/2022).

Ia mengaku, bahwa sebelum adanya teknologi arsinum oleh Pemprov Sulsel, masyarakat Desa Pulau Persatuan membeli air PAM dari Kota. Kemudian dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

"Alhamdulillah, bagus airnya dari teknologi arsinum dari pemprov. Kami sudah konsumsi langsung airnya, lebih berhemat," ungkap perempuan berusia 45 tahun itu.

"Terima kasih bantuannya pak Gubernur, bapak Andi Sudirman Sulaiman, adanya arsinum ini kami bisa langsung minum air yang aman," bebernya.

Hal sama diungkapkan oleh seorang perempuan berusia 20 tahun dari desa ini, bernama Mila.

"Alhamdulillah, hadirnya arsinum, kami tidak lagi beli air ledeng ke kota dan bawa ke sini kemudian dimasak lagi. Sekarang adanya arsinum, kami langsung bisa minum langsung airnya. Terima kasih Pak Gubernur bapak Andi Sudirman Sulaiman," katanya.

Kepala Desa Pulau Persatuan, Ibrahim mengatakan hadirnya teknologi pengolahan arsinum ini membawa manfaat besar bagi masyarakat setempat. Pulau itu dihuni 1.000 lebih jiwa atau 300 kk.

"Alhamdulillah, warga kami bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta Ala, dengan adanya arsinum ini, kerena memang kebutuhan masyarakat di sini itu air minum," ucapnya.

Ia pun bercerita, jika sebelum adanya teknologi pengolahan arsinum ini, warga mengambil air dari kabupaten/kota.

"Artinya kalau cuaca tidak bagus, motor penumpang tidak naik, biasanya kekurangan air," akunya.

"Alhamdulillah dengan adanya ini sudah terpenuhi, bahkan dari desa lain sudah mendaftar untuk kebutuhan di sini. Insya Allah, kita juga berbagi dengan desa lainnya," ungkapnya.

Editor : Muh. Syakir
#Arsinum Sulsel #Pemprov Sulsel
Berikan Komentar Anda