Kamis, 20 Oktober 2022 15:57

2 Kelompok Pelajar di Torut Nyaris Terlibat Bentrok, 14 Orang Diamankan

Polisi menyisir lokasi rencana tawuran dan mengamankan 14 pelajar.
Polisi menyisir lokasi rencana tawuran dan mengamankan 14 pelajar.

Ada total 14 orang yang diamankan. Mereka berasal dari 2 sekolah, yakni SMK Tagari dan SMK Harapan.

TORUT, PEDOMANMEDIA - Kepolisian Resor Toraja Utara berhasil mencegah aksi tawuran yang melibatkan puluhan pelajar SMK dan SMA di Toraja Utara, Kamis siang (20/10/2022). Belasan pelajar diamankan.

Rencana tawuran yang nyaris pecah ini melibatkan SMK Tagari dan SMK Harapan. Mereka nyaris bentrok di Jalan Budi Utomo, Kec. Rantepao.

Puluhan pelajar ini terlihat telah berkumpul di dua tempat yang berbeda, tidak jauh dari lokasi SMA Negeri 2. Informasi rencana aksi tawuran tersebut, akhirnya diperoleh kepolisian sekitar pukul 13.00 WITA.

Baca Juga

Personel Sat Samapta Polres Torut pun langsung bergerak. Petugas menyisir tempat yang diduga menjadi titik kumpul para pelajar tersebut. 14 orang langsung diamankan.

Kapolres Toraja Utara AKBP Eko Suroso saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, belasan pelajar diamankan karena berniat melakukan aksi tawuran.

Ada total 14 orang yang diamankan. Mereka berasal dari 2 sekolah, yakni SMK Tagari dan SMK Harapan.

Diketahui karena dendam lama yang kembali berkembang melalui media sosial, para pelajar dari dua Sekolah Menengah Kejuruan tersebut berkumpul dan menunggu pulangnya para pelajar SMA Negeri 2 dengan niat ingin melakukan penyerangan.

“Saat ini mereka sudah kita amankan dan Kami lakukan pembinaan. Kami berikan kesempatan kepada mereka untuk menjadi lebih baik dengan harapan hal ini menjadi kejadian terakhir”, jelasnya.

Kata Eko, pembinaan seharusnya tak hanya dilakukan oleh pihak kepolisian saja. Ia berharap setelah kejadian ini pembinaan juga dilakukan oleh seluruh pihak seperti pihak orang tua, sekolah, tokoh masyarakat, lembaga kepemudaan, bahkan aparat pemerintah.

"Pembinaan sangat penting untuk mencegah kembali terjadinya tindakan pelanggaran hukum yang lebih berbahaya, kepada seluruh pihak untuk ikut berperan dan bertanggung jawab dalam menyelamatkan para penerus bangsa dari perilaku yang menyimpang," ucapnya

Lebih jauh, Kapolres meminta aksi tawuran antarpelajar tidak terjadi lagi di Kabupaten Toraja Utara.

"Mereka ini adalah generasi penerus bangsa yang nantinya akan menggantikan kita sebagai pemimpin. Jadi apabila mereka tidak kita jaga dengan baik maka generasi muda kita akan hancur di masa depan," tutupnya.

Usai diberikan pembinaan oleh pihak Kepolisian, para pelajar tersebut kemudian menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan selanjutnya.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Pelajar Tawuran #Polres Torut
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer