Resesi Hantam Dunia: Harga Pangan di Prancis Meroket, Bandara Kacau
Aksi mogok massal ini menyebabkan setengah dari penerbangan yang sudah dijadwalkan terpaksa dibatalkan
PARIS, PEDOMANMEDIA - Resesi yang menghantui Eropa mulai berimbas nyata. Di Prancis terjadi kekacauan ekonomi sejak sepekan terakhir.
Selain harga pangan yang terus meroket, kekacauan penerbangan juga terjadi di bandara. Staf bandara melakukan aksi mogok menuntut kenaikan upah.
Dilansir dari Global News, alur penerbangan di Eropa kembali mengalami gangguan pada Jumat (16/9). Hal ini disebabkan oleh mogok massal yang dilakukan petugas pengatur lalu lintas udara di bandara Prancis.
Aksi mogok massal ini menyebabkan setengah dari penerbangan yang sudah dijadwalkan terpaksa dibatalkan. Baik penerbangan dari dan menuju ke bandara Paris maupun penerbangan yang hanya melintasi Prancis.
Serikat pengatur lalu lintas udara Prancis (SNCTA) mengungkapkan dalam sebuah pernyataan bahwa aksi mogok ini dilakukan sebagai akibat dari inflasi dan kurangnya jumlah tenaga kerja.
Dilaporkan bahwa para petugas ini menuntut kenaikan gaji setara dengan tingkat inflasi yang terus naik. Mereka juga menuntut adanya penambahan pekerja.
Dengan adanya aksi mogok massal ini, pihak maskapai kelimpungan karena terpaksa harus membatalkan banyak penerbangan. Ryanair mengungkapkan bahwa sudah ada 80.000 penumpang yang terkena dampak dari aksi ini. Sejauh ini mereka sudah membatalkan sebanyak 420 penerbangan yang harus melalui lintasan udara Prancis.
"Tidak dapat dijelaskan bahwa ada ribuan warga/pengunjung Eropa yang rencana perjalanannya terganggu secara tidak adil oleh pemogokan kembali ATC Prancis (pengatur lalu lintas udara)," ujar pihak Ryanair.
Maskapai Air France juga mengungkapkan bahwa pada Rabu (14/9) lalu mereka hanya bisa mengoperasikan 45 persen dari penerbangan jangka menengah dan pendek mereka. Sementara untuk penerbangan jangka panjang hanya bisa beroperasi 90 persen dari jadwal seharusnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
