Minggu, 28 Agustus 2022 10:50

Ekonom Semprot Sri Mulyani: Subsidi BBM Rp502 T Heboh, Utang Rp7.000 T Santai

Sri Mulyani Indrawati
Sri Mulyani Indrawati

Sikap pemerintah berlebihan. Seolah olah saat subsidi bengkak Rp502 triliun akan membuat negara kolaps.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Ekonom Sjamsul Ridjal menilai, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tak adil dalam bersikap. Sri Mulyani heboh saat subsidi BBM membengkak Rp502 triliun. Tapi bersikap santai dengan utang negara yang sudah menembus Rp7.000 triliun.

"Inikan aneh-aneh. Subsidi itu untuk rakyat. Tugas pemerintah ya memang menyejahterakan rakyat. Nda usah terlalu heboh lah," kata Sjamsul, Ahad (28/8/2022).

Menurut Sjamsul, sikap pemerintah berlebihan. Seolah olah saat subsidi bengkak Rp502 triliun akan membuat negara kolaps.

Baca Juga

"Sampai Menkeu bilang kalau ini diteruskan bakal jebol APBN. Bagaimana hitung-hitungannya APBN jebol. Artinya kalkulasi Menkeu sumir dari awal. Seharusnya ini sudah diprediksi," jelasnya.

Lantas bagaimana dengan utang negara yang sudah menembus Rp7.000 triliun.

"Apakah itu nda bikin jebol. Itu bukan APBN lagi yang jebol tapi rakyat. Saya malah heran utang membengkak Rp7.000 triliun negara malah santai saja," ketus Sjamsul.

Sjamsul meminta Menkeu menghentikan spekulasi soal subsidi BBM. Ia sepakat jika nanti ada kenaikan BBM. Tetapi Menkeu harus memberi hitung hitungan riil. BBM harus memperhitungkan semua aspek.

Soal subsidi menurut dia, itu kewajiban negara dan tidak perlu menjadi beban.

Sebelumnya Menkeu Sri Mulyani mengalkulasi kemungkinan terburuk jika harga BBM tak segera dinaikkan. Ia memprediksi subsidi akan membengkak hampir Rp700 triliun dalam dua bulan ke depan.

"Kuota solar saat ini 15,1 juta kiloliter kemudian kapasitas konsumsi 1,5 juta per bulan. Kita prediksi ini hanya bisa bertahan sampai Oktober," terang Sri Mulyani dalam konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan, Jumat (26/8/2022).

Untuk Pertalite kata Sri Mulyani, kuotanya 23,05 juta liter. Ini juga ditaksir akan habis pada bulan Oktober. Kalau konsumsinya 2,4 atau 2,5 juta per bulannya.

Karena itu, dengan hitung-hitungan ini menurut Sri Mulyani, subsidi energi yang sudah disiapkan sebesar Rp502 triliun tidak akan mencukupi.

"Akan habis pada Oktober atau akhir tahun. Dan jika harus tetap dilakukan subsidi maka akan ada penambahan hampir Rp200 triliun. Yang jika dikalkulasi menembus angka Rp690 triliun," jelasnya.

Kata Sri Mulyani, volume solar bisa mencapai 17,44 juta kiloliter dan Pertalite menjadi 29,06 kiloliter. Dengan begitu anggaran subsidi BBM otomatis juga akan naik.

"Jumlah subsidi kita akan mencapai Rp698 triliun dengan volume kurs dan harga minyak yang sekarang terjadi dan trennya sampai akhir tahun," jelasnya.

Editor : Muh. Syakir
#Menkeu Sri Mulyani Indrawati #BBM Subsidi
Berikan Komentar Anda