Senin, 30 November 2020 08:34

Warga Minta Aparat Usut Dugaan Proyek Fiktif di Lembang Randan Batu

Salah satu jalan di Lembang Randan Batu yang rusak parah.
Salah satu jalan di Lembang Randan Batu yang rusak parah.

Warga berharap Inspektorat, dan penegak hukum turun ke lapangan untuk melihat langsung progres pembangunan. Agar aparat bisa menyaksikan langsung kinerja kepala lembang.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Masyarakat Lembang Randan Batu, Kecamatan Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja meminta aparat penegak hukum mengusut penggunaan anggaran dana desa. Dana desa di Lembang Randan Batu dinilai tak terserap secara transparan.

Warga setempat mengaku tak pernah dilibatkan dalam rapat penggunaan dana desa. Selama ini mereka juga tidak merasakan progres pembangunan.

"Saya lihat di desa-desa lain setiap dana desa mau turun pasti masyarakat adakan musyawarah untuk memasukan pendapat dari toko masyarakat, dan aparat -aparat desa untuk membahas yang mana yang mau dikerja. Namun di sini tidak ada yang begitu-begituan," kata salah seorang warga kepada PEDOMANMEDIA, Sabtu (28/11/2020).

Baca Juga

Ia menambahkan, di Lembang Randan Batu yang dikerja kebanyakan pembukaan jalan. Namun jalan yang dikerja rata-rata mubasir karena hanya dibuka tanpa ada tindak lanjut.

Warga berharap Inspektorat, dan penegak hukum turun ke lapangan untuk melihat langsung progres pembangunan. Agar aparat bisa menyaksikan langsung kinerja kepala lembang.

"Saya Yakin kalau ada penegak hukum yang turun ke sini pasti banyak yang ditemukan dugaan pelanggarannya dan juga pekerjaan yang diduga fiktif," ketusnya.

Tidak hanya itu warga juga mengaku pernah mengadukan masalah ini ke penegak hukum. Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya.

"Saya pernah dulu laporkan ini dugaan pelanggaran ke penegak hukum, dan pak Lembang sempat juga dipanggil namun sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya," ungkapnya.

Warga tadi mencontohkan, pustu dan kantor lembang saat ini sangat memprihatinkan dan perlu perbaikan. Tapi justru dibiarkan begitu saja. Padahal menurut warga, dua objek pelayanan itu sangat penting untuk direnovasi karena menyangkut kebutuhan mendasar warga.

Sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari kepala Lembang Randan Batu Bertus. PEDOMANMEDIA sudah berusaha menghubungi melalui sambungan seluler miliknya namun tidak direspons.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Dana Desa #Lembang Randan Batu #Proyek Fiktif
Berikan Komentar Anda