Minggu, 24 Juli 2022 11:48

TOP SEPEKAN: KPK Geledah Kantor Dinas PUTR Sulsel, Jenazah Brigadir J Diautopsi Ulang Rabu

TOP SEPEKAN: KPK Geledah Kantor Dinas PUTR Sulsel, Jenazah Brigadir J Diautopsi Ulang Rabu

Setiba di lokasi petugas KPK langsung memasuki sebuah ruangan yang berada di lantai dua PUTR Sulsel.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah ruangan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulawesi Selatan, di Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis siang (21/7/2022). Penggeledahan terkait pengembangan kasus yang menjerat mantan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

Berita ini menempati rating terpopuler TOP SEPEKAN PEDOMANMEDIA pekan ini. Selain itu ada juga berita Soal perkembangan kasus kematian Brigadir Yoshua.

Berita rencana autopsi jenazah Brigadir J cukup menyita perhatian publik. Kami mengulasnya kembali untuk pembaca.

Baca Juga

Dari penggeledahan di Kantor PUTR Sulsel, KPK menggeledah sejumlah ruangan dan memeriksa beberapa dokumen penting. Salah seorang pegawai di lokasi mengatakan, petugas KPK memeriksa sejumlah dokumen penting yang ada di beberapa ruangan di lantai 2.

"Ada tadi beberapa pegawai diminta membawa berkas yang diperlukan KPK untuk diperiksa. Pemeriksaannya dilakukan sekaligus di ruangan penggeledahan di atas," ucap seorang pegawai PUTR.

Sementara itu di pintu masuk yang hanya dapat dilalui oleh pegawai menggunakan sidik jari, juga tampak dijaga ketat oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"Tidak bisa juga keluar masuk ke sana karena petugas KPK meminta area harus steril. Makanya dijaga ketat sama Polisi dan petugas Satpol mulai dari lantai bawah hingga menuju ruangan ke lantai 2 yang sementara digeledah oleh petugas KPK," terangnya lagi.

Pengembangan Penyidikan

Jubir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri membenarkan adanya kegiatan penggeledahan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel oleh petugas KPK, Kamis (21/7/2022).

"Betul, dalam rangka pengumpulan bukti kegiatan pengembangan penyidikan," singkat Ali Fikri.

Hanya saja Ali tak menjelaskan lebih detail mengenai kasus yang terkait penggeledahan ini.

Diketahui, petugas KPK yang berkendaraan mobil berwarna hitam dengan pengawalan petugas kepolisian bersenjata lengkap, tiba di Kantor Dinas PUTR Sulsel sejak pukul 11.00 Wita.

Setiba di lokasi petugas KPK langsung memasuki sebuah ruangan yang berada di lantai dua PUTR Sulsel. Sementara di depan ruangan tersebut, petugas kepolisian bersenjata lengkap berjaga.

"Iye sejak tadi sebelum Zuhur mereka tiba dan dikawal beberapa personel polisi," kata seorang pegawai Dinas PUTR Sulsel.

"Banyak pegawai diperiksa handphonenya di atas," tutur pegawai tersebut.

Hingga saat ini, petugas KPK masih melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan di lantai 2.

Tim Forensik Berangkat Hari Selasa ke Jambi

Tim independen dan forensik gabungan akan bertolak ke Jambi untuk melakukan autopsi ulang jasad Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Pengangkatan jenazah sedianya dilakukan Rabu mendatang.

"Sesuai dengan perintah Bapak Kapolri untuk pelaksanaan ekshumasi harus dilaksanakan sesegera mungkin. Dari hasil komunikasi Pak Dir (Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian) dengan pihak pengacara, dengan Ketua Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia dan para pakar forensik, diputuskan pelaksanaan ekshumasi di Jambi akan dilaksanakan pada hari Rabu," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Jakarta, dikutip detikcom, Sabtu (23/7/2022).

Dedi mengatakan tim forensik akan berangkat pada Selasa (26/7). Setelah itu, ekshumasi akan dilakukan pada Rabu (27/7).

"Jadi tim akan berangkat hari Selasa, Rabu akan kita laksanakan ekshumasi dengan menghadirkan para pihak, dan tentunya pihak-pihak yang expert di bidangnya," ungkapnya.

Kuasa hukum keluarga menyampaikan proses autopsi ulang jenazah Brigadir J akan dilakukan oleh tim independen. Tim independen itu akan melibatkan dokter forensik dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) hingga Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSAL).

"Telah dibicarakan tadi dalam gelar bahwa akan dibentuk tim independen, yaitu melibatkan dokter-dokter forensik gabungan dari RSPAD, kemudian dari RSAL, RSAU, dan RSCM, dan salah satu RS swasta nasional. Termasuk yang diajukan polisi, misalnya dari mana gitu," kata kuasa hukum pihak Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (21/7).

Polri menyampaikan akan menindaklanjuti autopsi ulang terhadap jenazah Brigadir J. Tak hanya itu, mereka akan menggandeng kedokteran forensik eksternal.

"Tadi sudah laksanakan gelar awal bersama tim penyidik dan saat ini masih berlangsung proses klarifikasi. Dalam pertemuan awal tadi juga, keluarga meminta untuk dilaksanakan ekshumasi atau autopsi ulang. Tadi juga kita sudah menerima suratnya secara resmi," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (20/7).

Sebelumnya, Polri juga menyampaikan akan menindaklanjuti autopsi ulang terhadap jenazah Brigadir J. Tak hanya itu, mereka akan menggandeng kedokteran forensik eksternal.

"Tadi sudah laksanakan gelar awal bersama tim penyidik dan saat ini masih berlangsung proses klarifikasi. Dalam pertemuan awal tadi juga, keluarga meminta untuk dilaksanakan ekshumasi atau autopsi ulang. Tadi juga kita sudah menerima suratnya secara resmi," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (20/7).

Permintaan autopsi ulang akan ditindaklanjuti dengan cepat. Bareskrim nantinya juga akan melibatkan kedokteran forensik eksternal, juga Komnas HAM serta Kompolnas.

 

Editor : Muh. Syakir
#Top Sepekan #KPK Geledah Dinas PUPR Sulsel #Brigadir Yoshua #Kasus Brigadir J
Berikan Komentar Anda