Sakti Raja : Rabu, 29 Juni 2022 19:27
Mantan Wali Kota Makassar dua periode Ilham Arief Sirajuddin mengenakan baju Golkar.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA – Wacana Musdalub DPD I Golkar Sulsel semakin ramai dibicarakan, Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe digadang-gadang diganti oleh Ilham Arief Sirajuddin (IAS).

Seruan tersebut selalu disuarakan Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Nurdin Halid. Menurutnya, saat ini DPD I Golkar Sulsel sedang mengalami perpecahan. Sehingga, jika terus dibiarkan maka Golkar Sulsel akan mengalami kehancuran di Pemilu 2024.

“Saat ini suka atau tidak suka, Golkar sulsel sedang mengalami perpecahan, kalau terus seperti ini di 2024 Golkar (Sulsel) hancur,” ujarnya.

NH menegaskan, saat ini Golkar Sulsel membutuhkan pemimpin yang militan, mengerti organisasi, dan taat terhadap keputusan partai. Melihat persaingan di 2024, maka golkar membutuhkan pemimpin yang berpengalaman di Partai.

Karena Golkar Sulsel di tangan Taufan Pawe, sedang dalam posisi terancam jelang kontestasi politik 2024.

“Partai lain sudah mengancam merebut posisi Golkar. Kader yang berpengalaman itu namanya Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Kenapa? Karena saya kenal baik beliau, saya pernah bersama di AMPI dan Golkar besar pada tahun 1997 saat itu karena peran beliau,” kata NH.

Ia juga menegaskan, jika IAS merupakan kader tulen Golkar. Lantaran pernah menjabat sebagai Ketua Golkar Sulsel.

“Dia pernah menjabat ketua Golkar Sulsel, jadi Ilham itu Golkar tulen. Pernah kontrak rumah itu soal lain, soal kebutuhan bukan idealisme itu hal lain,” jelasnya

“Jadi kader Golkar di Sulsel mesti sadar jika Golkar Sulsel ingin terus berjaya, maka butuh sosok pemimpin seperti pak Ilham,” akunya.

Merespon hal itu, mantan Wali Kota Makassar dua periode Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mengaku siap jika dipercaya menggantikan Taufan Pawe (TP) sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel. Dia mengaku siap mengemban amanah yang diberikan oleh DPP.

“Pokoknya saya tidak berpikir apa dan siapa, tapi siap bekerja itu aja. Jadi apapun itu saya siap. Intinya prinsip saya, mau bekerja untuk partai (Golkar). Persoalan nanti saya mau jadi apa itu hal lain,” ujar IAS, Rabu (29/6/2022).

Terkait pelantikannya sebagai Kordinator Pemenangan Airlangga Hartarto di Sulsel, IAS mengaku tinggal menunggu waktu.

“Saat bertemu dengan Ketua Umum (Airlangga) kami minta untuk mengukuhkan relawan partai dan pemenangan Ketua Umum di Pilpres. Beliau sampaikan diatur aja, tapi sepertinya akhir bulan juli. Jadi waktunya belum tahu kapan,” bebernya.

Kegiatan pengukuhan itu, kata dia, paling tidak memiliki efek elektoral. Apalagi Pemilu masih jauh.

“Kan dulunya yang minta saya jadi ketua koordinator adalah beliau. Yang jelas saya sudah bertekad masuk partai Golkar, dan konsekuensi dari seorang kader bagaimana berjuang untuk memenangkan,” katanya

“Karena target Parpol itu untuk memenangkan Pemilu. Tapi ini menjadi warning jika tidak ada sinergi yang baik bisa saja kita terganggu. Saya selalu ajak Pak Ketua agar semuanya bersatu. Karena tanpa itu akan sulit kita mencapai tujuan,” ucapnya.

Menanggapi isu pergantian ketua DPD I Golkar Sulsel tersebut, Taufan Pawe membantah. Katanya Airlangga memastikan tak ada skema Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub)

“Intinya Pak Ketum mensupport saya dalam membesarkan partai. Beliau tegas mengatakan tak ada Musdalub,” singkatnya.