JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengisi kabinet baru Joko Widodo. Zulhas dan Hadi diangkat menjadi Menteri Perdagangan (Mendag) dan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR).
Berita ini menjadi kabar terpopuler TOP SEPEKAN PEDOMANMEDIA, pekan ini. Lalu ada berita soal Mendagri Tito Karnavian yang meminta para pj kepala daerah agar tak memanfaatkan jabatan untuk mencari kekayaan.
Kabar reshuffle kabinet mengemula setelah elite PDIP menyebut ada 5 menteri yang akan direshuffle. Termasuk Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Namun, ternyata Presiden Jokowi hanya merotasi dua menteri. SYL kembali lolos dari reshuffle.
"Jadi yang namanya kabinet itu kewenangan sepenuhnya presiden. Presiden itu mempunyai hak prerogatif. Presiden mau ganti kapan saja, ya, terserah presiden. Mau hari ini, mau besok, mau lusa. Tapi kewenangan itu sepenuhnya ada pada presiden," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung kepada wartawan di kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (14/6).
Pramono menjelaskan Jokowi-lah yang mengetahui secara jelas kondisi kabinet saat ini.
"Ya yang jelas presiden, kan beliau sudah 8 tahun di pemerintahan ini dan beliau tahu banget mana yang menjadi kebutuhan dari kabinet ini, sehingga itu yang menjadi... beliau sangat tahulah," ujarnya.
Tito Ingatkan Pj Kepala Daerah Kontrol Diri
Mendagri Tito Karnavian mengingatkan para penjabat (Pj) kepala daerah agar mampu mengendalikan sikap dan perilaku dalam menjalankan tugas di daerah. Tito mengingatkan menjadi pj akan banyak godaannya, dan bila tergelincir akan sangat besar mudaratnya.
"Di satu sisi ini adalah kesempatan bagi rekan-rekan untuk berprestasi karir. Lolos di sini akan menunjukkan leadership rekan-rekan semua. Kemudian yang kedua, dengan adanya power yang besar, ya itu sebagai kepala daerah, pimpinan eksekutif di daerah masing-masing, maka rekan-rekan memiliki kesempatan yang sangat luas untuk berkreasi, untuk berinovasi. Yang di bawah itu ikut kebijakannya rekan-rekan," kata Tito di Kantor Kemendagri, seperti dikutip detikcom, Kamis (16/6/2022).
Tito mengatakan pj kepala daerah untuk memanfaatkan jabatan saat ini sebagai bentuk ibadah. Dia meminta untuk tidak mengecewakan kepercayaan Presiden Joko Widodo.
"Power yang besar ini juga manfaat betul untuk beribadah sesuai agama masing-masing. Ibadah dalam arti untuk menuai pahala yang sebanyak-banyaknya. Ini hanya amanah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, kita percaya itu. Jangan kecewa kan Bapak Presiden kami yang telah menunjuk Bapak dan Ibu, kemudian mengecewakan publik," katanya.
"Kepercayaan ini tolong betul-betul dijaga. Ini adalah momentum dan tes yang dilihat oleh semua orang. Rekan-rekan masuk klasifikasi yang berprestasi atau yang datar-datar atau mengecewakan akan kelihatan," sambungnya.
Lebih lanjut Tito mengingatkan para penjabat kepala daerah untuk dapat memilah perbuatan yang baik dan buruk. Dia meminta mereka untuk berani mengambil risiko.
"Kemudian di sisi lain, untuk bisa memantapkan power yang ada ini, targetnya adalah rekan-rekan bisa sukses berkreasi mengembangkan karir, tapi juga aman dan selamat dunia akhirat, itu lebih penting. Ada yang ngajak-ngajak berbuat baik, menempatkan power yang ada pada rekan-rekan, maka kita harus jadi striker. Artinya berani mengambil resiko," katanya.
"Kalau untuk kebaikan, mengambil risiko nggak apa-apa, kalau dicopot karena kita berprinsip untuk kebaikan, dicopot yang terhormat, nggak apa-apa, besok-besok rekan-rekan akan dicari, dan diperlukan," lanjutnya.
Mendagri Tito Karnavian mengingatkan Pj kepala daerah untuk mengubah pola pikir sejak awal. Dia meminta mereka untuk tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah kekayaan.
"Kemudian, tolong betul dalam mindset kita, mindset tiap-tiap rekan-rekan kepala daerah, tolong jangan sekali-sekali berpikir kesempatan yang ada ini untuk mencari kekayaan, apalagi berpikir 'wah ini suatu calon, sebulan saya dapat berapa'. Ini pasti akan dapat mudaratnya betul. Kasihan nanti keluarga, di samping karier juga akan hancur," katanya.
Selain itu, Tito meminta ASN untuk tidak memikirkan uang. Dia menyebut jangan menjadikan segala sesuatu menjadi sumber uang.
"Tantangan lain, rekan-rekan harus mampu mengubah juga mindset di kalangan ASN, staf, jajaran rekan-rekan, dan juga budaya kerja, mindset-nya, mohon maaf ya, ASN banyak sekali ditemukan yang bisa 'diduitin, diduitin', yang bisa dipersulit, dipersulit, itu anggaran begitu lihat. Coba aja nanti, cek anggaran ya, anggaran kalau belanja pegawai nggak bisa memang diutak-atik. Tapi di belanja barang jasa, itu nanti yang dipikirin buat program, 'programnya saya dapat berapa'," katanya.
BERITA TERKAIT
-
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Puan: Hak Prerogatif Presiden
-
Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Seskab Teddy: Tunggu Saja
-
TOP SEPEKAN: Polisi Tembak Pelaku Curanmor di Wajo; Raja Tambang Kalteng Samin Tan Ditahan
-
TOP SEPEKAN: KPK Telisik TPPU Bupati Pekalongan; AKP Muh Arif jadi Kasatnarkoba Polres Torut
-
TOP SEPEKAN: Irma Bongkar Dedy-Andre Terima Duit Bandar Narkoba; Bareskrim Tangkap Ko Erwin