Selasa, 24 November 2020 08:06

Corona di Indonesia Tembus Setengah Juta, Ahli: Belum Puncaknya

Ilustrasi
Ilustrasi

Angka positivity rate Indonesia tak pernah menyentuh di bawah 10 persen. Hal ini menandakan laju penularan Corona di masyarakat sangat tinggi dan banyak kasus COVID-19 yang belum mampu ter-tracing atau terlacak.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Kasus Corona di Indonesia menembus setengah juta dalam kurun waktu 9 bulan sejak pandemi melanda. Angka ini diperkirakan masih tinggi sampai akhir tahun karena banyaknya kasus tak terlacak.

Senin (23/11/2020) kasus Corona di RI tercatat sebanyak 502.110. Penambahan angka harian tertinggi masih didominasi oleh DKI, Pulau Jawa dan sebagian Sulawesi.

Dilansir detikcom, pakar epidemiologi dari Griffith University, Dicky Budiman bahkan menyebut kasus Corona Indonesia masih jauh dari puncaknya. Strategi 3T (testing, tracing, treatment) salah satunya testing, disebut Dicky sejauh ini masih belum memadai.

Baca Juga

Pasalnya, Dicky menyebut angka positivity rate Indonesia tak pernah menyentuh di bawah 10 persen. Hal ini menandakan laju penularan Corona di masyarakat sangat tinggi dan banyak kasus COVID-19 yang belum mampu ter-tracing atau terlacak.

"Berarti banyak orang yang terinfeksi namun tidak terdeteksi, namun tidak ditemukan orang-orang itu, berbahaya sekali sehingga ketika ada wacana pelonggaran-pelonggaran, keramaian-keramaian iya itu akan membuat gelombang kita ini makin tinggi," jelas Dicky.

Dicky khawatir jika pengendalian kasus COVID-19 tak kunjung memadai, akan terjadi lonjakan kasus di tahun mendatang. Menurutnya, kasus COVID-19 yang belum teratasi juga akan berdampak pada vaksinasi.

"Namanya vaksinasi itu ada rumusnya untuk mencapai keberhasilannya, salah satunya adalah melandaikan kurva," tegas Dicky.

Dicky menyebut angka kasus COVID-19 di Indonesia sebetulnya sudah tiga kali lipat dari yang dilaporkan. Catatan ini merujuk pada hasil pemodelan epidemiologi.

"Harus diingat bahwa angka 500 ribu itu bukan yang sesungguhnya, saya sudah bilang bahwa angkanya bisa 3 kali lipat kok, 3 kali lipat dari 500 ribu ini, dan itu sesuai pemodelan epidemologi," ungkapnya.

"Di mana kasus harian (COVID-19) kita itu 10 ribu paling rendah estimasi hariannya. Artinya, angka 5 ribuan yang dilaporkan, ditemukan, itu masih setengah lebih rendah dari estimasi terendah, ini memang umum terjadi pada negara-negata yang kapasitas testingnya itu masih rendah," lanjutnya.

Menurut Dicky, setidaknya jika kurva Corona ingin dilandaikan, Indonesia harus mempu meningkatkan testing COVID-19. Minimalnya, per hari mampu mencatat 10 ribu kasus Corona.

Editor : Muh. Syakir
#Pandemi Corona #Corona #Covid-19
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer