Muh. Syakir : Selasa, 10 Mei 2022 07:53
IPAL RSUD Pongtiku yang rusak sejak beberapa bulan lalu.

TORUT, PEDOMANMEDIA - Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) RS Pongtiku Toraja Utara rusak sejak berbulan-bulan. Pihak rumah sakit terpaksa membakar limbah medis secara manual.

"IPAL kami sudah berbulan-bulan rusak. Karena keadaan terpaksa sampah-sampah yang ada di rumah sakit, termasuk tempat makan pasien Covid kami bakar secara manual," kata Direktur RSUD Pongtiku dr Margaretha, Senin (09/05/2022/).

Margaretha mengatakan, alat pompa untuk IPAL mengalami kerusakan. Ada beberapa unit yang rusak. Harga per unitnya berkisar Rp15 juta.

"Jadi alatnya yang rusak itu cukup mahal sekitaran Rp15 juta satu pompa. Dan kita butuh banyak pompa. Kami terkendala biaya. Makanya kami rencana mau bikin yang baru saja," ungkap Margaretha.

Sementara itu Jheni, selaku Tim Kesehatan Lingkungan (Kesling) RS Pongtiku mengatakan, sebagian limbah yang dibakar adalah sisa-sisa makanan pasien Covid-19. Sebagian juga limbah medis yang terpaksa ditumpuk.

"Jadi yang kita lihat itu pak ada masker dan sebagainya itu keluar karena ditarik anjing keluar. Dan jujur sebenarnya itu tidak boleh kami lakukan. Tapi nda ada cara lain, IPAL sudah rusak," jelasnya.

Sementara perusahaan yang selama ini menangani pengangkutan limbah RS kata Jheni sudah lama tak beroperasi.

"Mereka sudah lama tidak datang mengangkut limbah. Ini membuat limbah menumpuk," imbuhnya.