JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Korlantas Polri memastikan tahun ini mulai berlaku pelat kendaraan warna putih. Namun pelat belum dilengkapi dengan chip.
Kabar ini menempati rating favorit dalam TOP SEPEKAN PEDOMANMEDIA, pekan ini. Satu berita lainnya adalah penetapan Kasatpol PP Makassar sebagai tersangka kasus pembunuhan pegawai Dishub Makassar.
Kami mengulasnya kembali untuk pembaca.
Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregident) Korlantas Polri, Brigjen Yusri Yunus mengatakan, program perubahan pelat ke warna putih akan diterapkan bertahap.
"Pelat nomor putih tahun ini, tapi chip atau RFID (Radio-frequency identification) belum. Mungkin tahun depan, karena ini kebutuhan anggaran yang direncanakan untuk tahun depan," jawab Yusri.
Jawaban Yusri ini mengukuhkan pernyataan dirinya yang pernah mengatakan pelat nomor putih bakal dilengkapi chip.
Selain berubah menjadi pelat putih, nantinya pelat nomor juga akan dibekali chip khusus atau RFID (Radio-frequency identification). Menurut Yusri, chip itu akan memiliki beberapa manfaat.
"Kalau untuk chip tahun ini belum, itu baru wacana. Ke depan nanti menggunakan chip setelah warna pelat sudah berjalan. Di chip yang pasti itu nanti ada data nomor kendaraannya. Semua data pemilik mobil akan ada semua. Mulai dari data kecelakaan, hingga data pelanggaran," kata Yusri waktu beberapa waktu lalu.
Polisi: Kasatpol PP Makassar Bayar 3 Orang untuk Bunuh Najamuddin Sewang
Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar menetapkan Kasatpol PP Makassar Muhammad Iqbal Asnan sebagai tersangka kasus penembakan petugas Dishub Makassar Najamuddin Sewang. Penetapan tersangka Iqbal Asnan berdasarkan bukti dan kesaksian tiga orang lain yang diduga membantu melakukan pembunuhan.
"Untuk tersangka kami beri inisial pertama adalah S, yang kedua adalah MIA, yang ketiga AKM dan yang keempat adalah A," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Budi Haryanto saat jumpa pers di Polrestabes Makassar, Sabtu (16/04/2022).
Dari ketiga tersangka yang membantu Iqbal Asnan membunuh korban, ada yang berperan sebagai eksekutor. Selanjutnya adapula yang berperan sebagai penggambar lokasi penembakan.
"Peranannya adalah eksekutor, penggambar dan otak pelaku," kata Kombes Budi.
Tersangka Iqbal diduga membayar ketiga tersangka lainnya untuk membantunya melakukan pembunuhan. Namun polisi belum membeberkan bayaran yang diterima ketiga tersangka yang membantu pembunuhan tersebut.
"Ada (motif bayaran) tapi kan saya bilang karena pelaku yang lain masih dalam perjalanan kita mohon waktu kita release lengkap," tutur Kombes Budi.
Diketahui, Petugas Dishub Makassar Najamuddin Sewang terekam CCTV saat melintas di pertigaan Jalan Danau-Jalan Manunggal 22, Kecamatan Tamalate, Makassar, sekitar pukul 10.54 Wita, Minggu (3/4). Terlihat korban tiba-tiba terjatuh tepat di pertigaan jalan hingga meninggal dunia.
Peristiwa meninggalnya korban awalnya dikira karena kasus kecelakaan murni. Namun belakangan pihak keluarga menemukan luka bocor mirip bekas tembakan pada bagian pinggang jenazah korban saat dibawa pulang ke rumah.
Polisi kemudian ikut turun tangan menyelidiki peristiwa kematian korban dengan melakukan autopsi jenazah. Hingga akhirnya terungkap korban tewas ditembak setelah ditemukan proyektil peluru pada tubuh korban, tepatnya pada bagian ketiak sebelah kiri korban.
BERITA TERKAIT
-
TOP SEPEKAN: 9 Kapolda Diganti; Tambang Ilegal Beroperasi Lagi di Ba’lele Torut
-
TOP SEPEKAN: Kejati Sulsel Telisik Dugaan Bagi-bagi Duit di Kasus Bibit Nanas; 2 Wanita Makassar Diburu Kasus Narkoba
-
TOP SEPEKAN: Polisi Tembak Pelaku Curanmor di Wajo; Raja Tambang Kalteng Samin Tan Ditahan
-
TOP SEPEKAN: KPK Telisik TPPU Bupati Pekalongan; AKP Muh Arif jadi Kasatnarkoba Polres Torut
-
TOP SEPEKAN: Irma Bongkar Dedy-Andre Terima Duit Bandar Narkoba; Bareskrim Tangkap Ko Erwin