MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Petugas Laskar Pelangi belum juga mendapatkan surat keputusan (SK) pengangkatan dari Pemerintah Kota Makassar. Pemkot Makassar sebelumnya menjanjikan menerbitkan SK di bulan April.
Kabar ini menjadi salah satu isu terfavorit PEDOMANMEDIA pekan ini. Lalu disusul kabar soal pidato Presiden Rusia Volodymyr Zelensky yang menyebut militer Rusia telah memperkosa dan membunuh perempuan di Bucha.
Kami mengulasnya kembali untuk pembaca.
Tenaga kontrak Laskar Pelangi belum juga mendapatkan surat keputusan (SK) pengangkatan dari Pemerintah Kota Makassar. DPRD berharap pemkot memberi kepastian atas nasib 12.000 lebih Laskar Pelangi.
Pemkot Makassar sebelumnya menjanjikan menerbitkan SK di bulan Maret. Tenaga kontrak Laskar Pelangi dijanjikan akan mulai bekerja per 1 April.
"Tapi sampai sekarang belum ada kepastian. Nah ini harus ada kejelasan dari pemkot soal nasib mereka," jelas Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Anwar Faruq, Rabu (6/4/2022).
Anwar mengatakan, seleksi Laskar Pelangi merupakan inisiasi Pemkot Makassar. Sehingga perlu dilakukan pengawalan secara maksimal agar tenaga kontrak pemkot tersebut bisa berfungsi dengan baik.
"Pemkot yang menginisiasinya. Pemkot yang harus mengawal dan memfungsikannya dengan baik. Harus ada kepastian pada nasib mereka. Jangan memberikan harapan pada rakyat," kata Legislator PKS itu.
Terpisah, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto mengaku kesulitan mengatur penempatan Laskar Pelangi. Sehingga berencana untuk menyeleksi kembali yang lulus di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Jadi sekarang bikin lagi tes internal, tes klasifikasi, misalnya dokter ditanyakan kembali apakah dia mau jadi tenaga keahlian kesehatan atau tidak," kata Danny.
Begitu juga dengan tenaga lainnya, lanjut Danny, seperti Laskar Pelangi yang mahir di bidang teknologi informasi (IT). Di mana pihaknya mau memisahkan Laskar Pelangi dengan tiga golongan. Pertama golongan tenaga ahli (kesehatan, kehumasan, IT, hukum, dan lainnya).
"Saya mau cari yang pandai bahasa Inggris, hukum, ahli agama, IT, kita sebar di SKPD," ujarnya
Kedua, golongan tenaga administrasi yang bertugas untuk mengurusi persuratan dan berkas-berkas dokumen di OPD.
"Terakhir, golongan petugas operasional 24 jam yang meliputi tenaga drainase, penggali kubur, sopir, pemadam kebakaran, kebersihan," ucapnya.
Danny menambahkan, dari 12.800 lebih Laskar Pelangi yang diterima, pihaknya sementara mengatur penempatannya melalui seleksi internal. Kendati demikian, suami Indira Jusuf Ismail ini belum menyebut jadwal pasti pelaksanaan seleksinya.
"Puasa ini selesai tapi mereka dinyatakan bertugas, walupun dites dulu," tuturnya.
Pidato Zelensky di DK PBB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara di hadapan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) terkait kondisi pascainvasi Rusia. Zelensky menuduh Rusia membunuh dan memperkosa perempuan dengan kejam.
Seperti dilansir CNN, Rabu (6/4/2022), pidato secara virtual itu disampaikan Zelensky pada Selasa (5/4) waktu setempat, atau sehari setelah mengunjungi langsung kota Bucha, di pinggiran ibu kota Kiev, yang menjadi lokasi temuan mayat bergelimpangan dan kuburan massal usai Rusia menarik pasukannya dari area tersebut.
Dalam pidato yang emosional, Zelensky menceritakan situasi mengerikan yang terungkap di kota Bucha sepeninggal pasukan Rusia. Dia menggambarkan bagaimana seluruh keluarga dibunuh, mayat-mayat ditemukan dengan leher digorok, dan para wanita diperkosa lalu dibunuh di depan anak-anak mereka.
Zelensky menyebut tindakan pasukan Rusia tidak berbeda dengan tindakan kelompok teror, kecuali Rusia adalah anggota permanen Dewan Keamanan PBB.
"Sulit untuk mencari kejahatan perang yang tidak dilakukan oleh penjajah di sana," ucap Zelensky merujuk pada pasukan Rusia yang menginvasi Ukraina.
"Militer Rusia mencari dan dengan sengaja membunuh siapa pun yang mengabdi untuk negara kami. Mereka (tentara Rusia) menembak dan membunuh wanita-wanita di luar rumah mereka ketika mereka hanya ingin memanggil seseorang. Mereka membunuh seluruh keluarga, dewasa dan anak-anak. Dan mereka berupaya membakar jenazah-jenazah," tuturnya.
"Saya berbicara kepada Anda atas nama orang-orang yang menghormati kenangan para korban tewas setiap harinya dan dalam kenangan warga sipil yang tewas, yang ditembak dan dibunuh di belakang kepala mereka setelah disiksa," sebut Zelensky di hadapan Dewan Keamanan PBB.
"Beberapa dari mereka ditembak di jalanan. Yang lainnya dilemparkan ke dalam sumur, hingga mereka meninggal di sana dalam penderitaan. Mereka dibunuh di apartemen mereka, rumah-rumah mereka, diledakkan dengan granat," cetusnya.
"Warga sipil dilindas oleh tank-tank saat duduk di dalam mobil-mobil mereka di tengah jalan, hanya untuk kesenangan mereka (Rusia-red)," tuduh Zelensky.
"Wanita-wanita diperkosa dan dibunuh di depan anak-anak mereka. Lidah mereka dipotong hanya karena penyerang tidak mendengar apa yang ingin mereka dengar dari mereka," sebutnya.
Dalam pidatonya, Zelensky memperingatkan bahwa kengerian yang ditemukan di kota Bucha bisa saja ditemukan di kota-kota Ukraina lainnya.
Lebih lanjut, dia pun menuntut pertanggungjawaban atas situasi di negaranya dengan menyerukan agar setiap warga Rusia yang memberikan 'perintah kriminal' dan 'melaksanakannya dengan membunuh rakyat kami' harus dibawa ke pengadilan, sama seperti persidangan Nuremberg setelah Perang Dunia II di mana Nazi diadili.
BERITA TERKAIT
-
TOP SEPEKAN: Polisi Tembak Pelaku Curanmor di Wajo; Raja Tambang Kalteng Samin Tan Ditahan
-
TOP SEPEKAN: KPK Telisik TPPU Bupati Pekalongan; AKP Muh Arif jadi Kasatnarkoba Polres Torut
-
TOP SEPEKAN: Irma Bongkar Dedy-Andre Terima Duit Bandar Narkoba; Bareskrim Tangkap Ko Erwin
-
TOP SEPEKAN: Istri Anggota DPRD Sulsel Tewas Kecelakaan, 2 Pentolan KKB Pembunuh Polisi Ditangkap
-
TOP SEPEKAN: 132 Orang Tewas di Papua; Sederet Dana 'Haram' ke Bupati Lampung Tengah