JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pemerintah menghapus tes Corona seperti PCR dan antigen sebagai syarat perjalanan. Pelaku perjalanan domestik jika sudah mendapat vaksin dosis lengkap tak perlu tes Corona.
Kabar ini menempati rating favorit dalam TOP SEPEKAN PEDOMANMEDIA, pekan ini. Setelah itu disusul kabar soal perburuan mahasiswa pengeroyok polisi.
Kami mengulasnya kembali untuk pembaca.
Aturan menghapus PCR dan antigen dituangkan dalam surat edaran. Penghapusan tes Corona sebagai syarat perjalanan berlaku bagi transportasi darat, laut dan udara.
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, pelaku perjalanan domestik dengan transportasi udara laut maupun darat, yang sudah melakukan vaksinasi dosis kedua dan lengkap, sudah tidak perlu menunjukkan bukti tes antigen dan PCR negatif.
"Kebijakan ini diambil setelah melihat tren kasus Corona yang kian landai. Tapi penanganan tidak akan diturunkan karena pandemi masih terjadi," katanya.
Luhut menjelaskan, beberapa indikator positif berhasil dicapai. Di antaranya tren rawat inap rumah sakit yang turun. Lalu angka kematian yang juga turun sejak dua pekan.
"Begitu pun halnya dengan kondisi rawat inap rumah sakit juga menunjukkan penurunan dan tingkat kematian juga semakin melandai," ujar Luhut.
Penurunan ini disebut Luhut terjadi hampir di seluruh provinsi di Jawa-Bali. Di luar Jawa dan Bali juga menunjukkan tren yang sama. Terjadi penurunan meski beberapa daerah masih harus memberlakukan PPKM level 3.
Mahasiswa Anarkis Ditangkap
Mahasiswa yang terlibat pengeroyokan anggota polisi saat unjuk rasa anarkis, Senin kemarin, ditangkap. Ia ditangkap dalam pelariannya ke Kabupaten Bulukumba.
Mahasiswa tersebut ditangkap Tim
Jatanras Polrestabes Makassar. Sejauh ini kepolisian mengonfirmasi baru satu orang yang diamankan.
Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Jufri Natsir yang dimintai konfirmasi mengatakan pihaknya menangkap satu orang. Jufri tak merinci berapa orang yang terlibat pengeroyokan.
“Benar, ada satu orang yang sudah kita amankan di Bulukumba,” kata Jufri kepada wartawan, Selasa (8/3/2022).
Saat ditanya terkait identitasnya, Jufri masih enggan membeberkannya. Kata dia, saat ini petugas masih dalam perjalanan menuju Kota Makassar.
“Nanti yah, soalnya petugas masih dalam perjalanan ke Makassar dari Bulukumba,” ujarnya.
Unjuk rasa terkait kelangkaan minyak goreng di Makassar, Sulsel berujung ricuh. Akibatnya, dua aparat kepolisian terluka parah dikeroyok mahasiswa.
Unjuk rasa berujung ricuh itu digelar oleh aliansi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan gedung DPRD Kota Makassar, Jalan A P Pettarani, Makassar, Sulsel, pada Senin (7/3/2022).
Kedua personel polisi yang menjadi korban penganiayaan itu yakni Bripka R dan Aipda N.
BERITA TERKAIT
-
TOP SEPEKAN: Polisi Tembak Pelaku Curanmor di Wajo; Raja Tambang Kalteng Samin Tan Ditahan
-
TOP SEPEKAN: KPK Telisik TPPU Bupati Pekalongan; AKP Muh Arif jadi Kasatnarkoba Polres Torut
-
TOP SEPEKAN: Irma Bongkar Dedy-Andre Terima Duit Bandar Narkoba; Bareskrim Tangkap Ko Erwin
-
TOP SEPEKAN: Istri Anggota DPRD Sulsel Tewas Kecelakaan, 2 Pentolan KKB Pembunuh Polisi Ditangkap
-
TOP SEPEKAN: 132 Orang Tewas di Papua; Sederet Dana 'Haram' ke Bupati Lampung Tengah