KYIV, PEDOMANMEDIA - Badan intelijen Ukraina menuduh Rusia menembaki konvoi yang mengevakuasi perempuan dan anak-anak dari desa Peremoha di wilayah Kyiv.Menurut pernyataan pada Sabtu (12/3/2022) malam, insiden ini menewaskan tujuh orang, termasuk satu anak.
Dilansir Reuters, intelijen yang merupakan bagian dari kementerian pertahanan ini awalnya mengatakan konvoi meninggalkan desa di "koridor hijau" yang sebelumnya telah disepakati dengan Rusia.
Namun, dinas tersebut mengatakan bahwa kenyataannya tidak seperti itu dan konvoi telah meninggalkan desa secara mandiri.
"Ini sangat berbahaya, karena pasukan pendudukan dengan kejam menghancurkan penduduk sipil," katanya.
"Kami mengimbau kepada seluruh warga yang berada dalam bahaya untuk mengikuti informasi resmi jalur evakuasi dan hanya menggunakan jalur yang aman."
Ukraina sebelumnya menuduh Rusia mencegah evakuasi dari zona konflik dengan tidak menghormati gencatan senjata yang disepakati dan menembaki sasaran sipil.
Rusia telah membantah menargetkan warga sipil sejak awal invasi pada 24 Februari.
"Negeri Tirai Besi" itu lantas menyalahkan Ukraina karena berulang kali gagal dalam upaya mengevakuasi orang-orang dari daerah yang paling parah dilanda perang, termasuk kota pelabuhan selatan Mariupol.
Pemboman Rusia, yang disebut Moskwa sebagai operasi khusus, telah menjebak ribuan orang di kota-kota yang terkepung.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan sebelumnya bahwa konflik bisa membuat beberapa kota kecil Ukraina tidak ada lagi.
BERITA TERKAIT
-
Bantu Ukraina, AS Pasok Bom Cluster yang Dilarang di 120 Negara
-
Rusia Gempur PLTN Ukraina, Zelensky Klaim Nyaris Terjadi Bencana Nuklir
-
Lagi AS Beri Bantuan Militer ke Ukraina, Nilainya Rp44 Triliun
-
Ukraina Bantah Terlibat Bom Mobil yang Tewaskan Pakar Propaganda Rusia
-
AS Tuduh Rusia Ingin Hapus Ukraina dari Peta Dunia