Efek Biden Masih Loyo, Rupiah Kembali Perkasa Pagi ini
Efek Biden memang tak terlihat di sektor ekonomi AS. Nilai tukar mata uang dolar masih tertekan sedang potensi investasi tak menunjukkan plan besar sampai hari ini.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Rupiah menunjukkan level positif pagi ini usai bergerak naik di angka Rp 14.062 per dolar AS. Masih tertekannya dolar menunjukkan belum kuatnya efek kemenangan Joe Biden di Pemilu AS.
Dikutip dari data RTI, pagi ini Kamis (12/11/2020) hingga pukul 09.50 WIB, dolar AS terpantau bergerak di level Rp 14.045-14.075. Angka ini menunjukkan dolar AS melemah 2% terhadap rupiah. Sementara secara bulanan, dolar AS kalah unggul 4% terhadap rupiah.
Namun demikian jika dirunut sejak awal tahun, dolar AS tercatat masih unggul 1,3% terhadap rupiah. Meski secara year on year, dolar AS melemah 0,15% terhadap rupiah.
Dolar AS pagi ini mayoritas melemah terhadap mata uang negara lainnya. Dolar AS hanya unggul terhadap won Korsel, dolar Kanada, dan dolar Hong Kong.
Sementara rupiah meski unggul terhadap dolar AS, tapi melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya pagi ini. Di antaranya yang paling kuat menekan pagi ini dolar Taiwan, yuan China, dan baht Thailand.
Menurut pengamat ekonomi Sritini Yuanda, efek Biden memang tak terlihat di sektor ekonomi AS. Nilai tukar mata uang dolar masih tertekan sedang potensi investasi tak menunjukkan plan besar sampai hari ini.
"Karena memang Biden belum resmi memimpin AS. Efeknya akan terlihat nanti setelah ia dilantik," ujar Sri.
