Muh. Syakir : Sabtu, 05 Maret 2022 20:57
Jenazah korban tergeletak di jalan bersimbah darah.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Seorang sopir angkot di Kota Makassar, Sulawesi Selatan terlibat duel dengan seorang anggota TNI, Sabtu dini hari (5/3/2022). Sopir bernama Gilang Basunu (50) tewas dengan luka tusuk di dada.

Menurut informasi, korban Gilang terlibat salah paham dengan anggota TNI berinisial DY. Keduanya cekcok lalu berujung baku hantam.

Kasi Humas Polrestabe Makassar AKP Lando KS mengatakan, peristiwanya terjadi di Jalan Rajawali, Lorong 13, Mariso. Menurut Lando, sopir angkot ini menderita luka tusuk di dada.

"Dari hasil pemeriksaan awal, korban dan oknum ini terlibat salah paham hingga cekcok," ujar Lando saat dimintai konfirmasi, Sabtu (5/3/22) sore tadi.

Dia menjelaskan, bahwa kesalahpahaman itu bermula saat korban sedang memperbaiki mobilnya di jalan. Kemudian datang oknum TNI itu menegur.

Korban yang tak terima ditegur secara kasar akhirnya melawan dengan memberikan peringatan balik ke oknum tersebut. Keduanya kemudian cekcok dan terjadi aksi baku pukul.

"Karena sudah saling cekcok, akhirnya terjadilah kejar-kejaran, dan kemudian ditemukan korban sudah tergeletak di jalan bersimbah darah. Ada tusukan di bagian dada," ungkap Lando.

Dijelaskannya lagi, bahwa kasus tersebut sudah diserahkan ke Subdenpom TNI. Terduga pelaku adalah anggota TNI Angkatan Darat (AD).

Adapun korbannya juga telah dilakukan visum untuk membantu proses penyelidikan.

"Sudah divisum korbannya di Bhayangkara dan kami juga serahkan ke POM. TKP juga kan sudah diolah oleh Subdenpom, karena digunakan KUHPM," katanya menambahkan.

Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan TNI. Menurut Lando, adapun barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP), yakni satu unit senjata softgun rakitan, satu buah kunci roda, dan obeng. Barang bukti telah diamankan.