Muh. Syakir : Sabtu, 19 Februari 2022 20:52
Ilustrasi (int)

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Badan Kesehatan Dunia (WHO) belum mampu memprediksi kapan pandemi Corona akan berakhir. Dengan populasi kematian yang relatif tinggi, pandemi memungkinkan bisa panjang.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan akhir dari pandemi ini masih belum bisa dicapai jika masih ada puluhan juta orang yang meninggal akibat Covid-19. Padahal virus itu bisa dicegah dan diobati.

"Jadi kapan (pandemi COVID-19) akan berakhir? Apakah itu berakhir sekarang? itu salah satu pertanyaan utama yang diajukan," kata Tedros dalam Munich Security Conference 2022.

Tedros bahkan menyoroti beberapa negara yang telah merasa aman dari Corona. Dengan angka cakupan vaksin, telah menjadikan tingkat kewaspadaan menurun.

"Memang, cakupan vaksinasi yang tinggi di beberapa negara, dikombinasikan dengan tingkat keparahan Omicron yang lebih rendah mendorong narasi berbahaya bahwa pandemi telah berakhir," lanjutnya.

Menurutnya ini diksi yang berbahaya. Seolah-olah pandemi sudah berakhir.

"Tapi, tidak, tidak ketika 70 ribu orang dalam seminggu meninggal karena penyakit yang dapat dicegah dan diobati. tidak ketika 83 persen populasi Afrika belum menerima vaksin dosis tunggal."

Menurut Tedros, pandemi belum bisa berakhir jika sistem pelayanan kesehatan masih terbebani dengan kasus COVID-19. Selain itu, pandemi masih akan terus ada jika virus yang sangat menular ini masih bisa menyebar dan sulit untuk dikendalikan.

Tedros mengatakan faktanya kondisi pandemi saat ini masih mengkhawatirkan. Kondisi ini sangat ideal untuk munculnya varian Corona yang lebih menular dan lebih berbahaya.

Meski begitu, Tedros menyebut bahwa masa kedaruratan kesehatan pandemi COVID-19 bisa dicabut tahun ini. Salah satu alasannya yakni ketersediaan alat, dalam hal ini vaksin.

"Tetapi kita dapat mengakhiri pandemi sebagai darurat kesehatan global tahun ini. Kami memiliki alatnya, kami memiliki pengetahuan," pungkasnya.