TATOR, PEDOMANMEDIA - Pengelola SPBU Tete Bassi, Tana Toraja angkat bicara soal dugaan pasokan BBM subsidi ke penambangan galian C di Lembang Lea, Kecamatan Makale. Mereka mengklaim sudah menyalurkan BBM sesuai prosedur.
"Seperti biasa kami SPBU hanya menyalurkan. Toh kalau ada yang menyalahgunakan itu kami tidak tau. Yang jelas karyawan kami sudah melakukan SOP pengisian sesuai aturan yang berlaku," ujar Wawan, pengelola SPBU Tete Bassi via pesan Whatsapp, Sabtu (19/2/2022).
Wawan tak merinci proses penyaluran solar nonsubsidi. Menurutnya, semua dilakukan secara normal.
"Kami sesuai SOP lah," ucapnya.
Sebelumnya SPBU Tete Bassi, Tana Toraja diduga memasok bahan bakar minyak (BBM) subsidi untuk penambang galian C di Lembang Lea, Kecamatan Makale. Sejumlah penambang mengaku mengambil BBM di malam hari.
Salah seorang penambang, Pither (40), mengaku mengambil solar dari SPBU Tete Bassi di malam hari dengan harga sedikit naik. Aktivitas itu sudah berlangsung cukup lama.
"Kami di sini mengambil bahan bakar solar di SPBU Tete Bassi, dan kami mengambil malam di sana dengan harga yang sedikit naik," kata Pither saat ditemui PEDOMANMEDIA, Jumat (18/2/2022).
Menurut Pither, solar yang didapatkan dengan harga sedikit mahal tidak masalah. Karena harganya hanya berbeda sedikit dengan solar subsidi. Dan masih di bawah harga solar nonsubsidi.
Tak hanya itu, Pither juga mengaku kerap menerima pasokan solar dari oknum polisi. Oknum tersebut kata dia, mengantarnya langsung ke lokasi tambang.
"Biasa juga pak ada oknum polisi yang antar langsung dengan harga yang sedikit naik," beber Pither.
BERITA TERKAIT
-
Identitas 3 Pengusaha Diduga Pengendali BBM Ilegal di Wajo, Polisi Diminta Usut
-
Polda Sulsel Diminta Usut Keterlibatan Oknum Polisi dalam Penyelundupan Solar Subsidi di Wajo
-
Oknum Polisi dan Sekdes Bisnis BBM Ilegal, Kapolres Bone: Jika Terbukti akan Ditindak
-
Pemilik Tambang Galian C di Tikala Tegaskan Legal-Punya Izin Resmi
-
Pemerintah Beri Sinyal BBM Nonsubsidi Naik Bulan Depan