Jelang Tahun Ajaran Baru, Komisi D DPRD Makassar Minta Sinkronisasi Dapodik Disdik Segera Dilakukan
Data pokok pendidikan (dapodik) masih belum sinkron dengan realitas yang ada di lapangan. Pendataan juga masih terbilang pasif.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Menjelang tahun ajaran baru 2022-2023, Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Wahab Tahir menegaskan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar untuk segera melakukan sinkronisasi database dan dopodik.
Sebab sempat beredar informasi terkait database Disdik Makassar selama ini masih berantakan serta belum ada data akurat terkait potensi di bidang pendidikan.
"Ini bersifat teknis. Tapi kami selaku anggota DPRD berfungsi dalam pengawasan tetap mengingatkan agar Disdik segera melakukan perbaikan sebelum memasuki tahun ajaran baru," tutur Wahab Tahir, kepada PEDOMANMEDIA, Rabu (09/02/2022).
Ia pun menyarankan persoalan seperti tersebut tidak perlu berlarut-larut karena bersifat teknis dan internal Disdik harus segera pemperbaikinya. Apalagi di APBD anggaran Disdik cukup besar.
"Anggaran di APBD kan cukup besar. Kisaran Rp1 Triliun. Jadi apalagi, masa persoalan teknis seperti ini masih terbeberkan. Saran saya benahilah sesegera mungkin," ujarnya.
Kendati, Kepala Disdik Kota Makassar, Muhyiddin sempat membeberkan terkait database yang selama ini di Disdik masih berantakan. Terlebih lagi belum ada data akurat terkait potensi di bidang pendidikan.
“Makanya yang saya kerja segera ini adalah data potensi. Contohnya, kita disini terlalu banyak guru. Nah, kami butuh ini data. Sekarang kan datanya belum bisa ditunjukkan,” kata Muhyiddin.
Menurutnya, data pokok pendidikan (dapodik) masih belum sinkron dengan realitas yang ada di lapangan. Pendataan juga masih terbilang pasif.
“Sekarang saya minta semua data baik rombongan belajar, jumlah siswa, jumlah guru, dan kebutuhan guru, termasuk kualifikasi, termasuk guru kontrak,” paparnya.
Dari data itu, Muhyiddin menyampaikan bakal melakukan verifikasi. Salah satunya melihat apakah betul di Kota Makassar masih kekurangan guru atau justru sebaliknya.
“Kalau over, kalau dia guru kontrak maka saya akan pertimbangkan untuk tidak dilanjutkan. Karena ini kan buang-buang uang negara. Bukan berarti kita berhentikan,” ucapnya.
Penulis: Sakti Raja
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
