Update Corona Sulsel: Tambah 81 Kasus, 6 Positif Omicron
Pemprov Sulsel melakukan penelusuran kontak erat (tracing) terhadap enam warga yang terkonfirmasi Omicron
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pemerintah Sulsel mengonfirmasi temuan 6 kasus Omicron baru per 8 Februari 2022. Keenam orang ini tersebar di tiga kabupaten.
Mereka yakni berinisial MNS dan AKA dari Kabupaten Soppeng, AC dari Luwu, AAW dari Kabupaten Barru, dan dua warga asal luar provinsi yang melakukan perjalanan ke Sulsel yakni CP dari Sidoarjo dan H dari Jakarta.
Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, bahwa saat ini Pemprov Sulsel melakukan penelusuran kontak erat (tracing) terhadap enam warga yang terkonfirmasi Omicron itu. 6 orang ini diduga punya riwayat perjalanan.
"Tadi kita sudah melepas tim Mobile Vaccinator dengan melibatkan 1.000 nakes akan dikirim secara bertahap ke daerah. Tim ini yang akan melakukan tracing," kata Andi Sudirman, Rabu (9/2/2022).
Ia pun mengakui, bahwa kasus Covid-19 kini mulai melonjak. Untuk diketahui, tertanggal 7 Februari 2022, terjadi penambahan kasus baru sebanyak 81 orang sehingga kasus positif aktif sebanyak 714 atau 0,64%; angka kesembuhan 97,33%; angka kematian 2,03%. Sehingga total kasus Omicron di Sulsel sebanyak 7 orang.
FIT Asrama Haji Siaga
Angka kasus Corona Sulsel melonjak. Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT) Asrama Haji Sudiang yang sempat nol pasien, sepekan terakhir kembali dihuni 31 pasien.
Direktur Utama Rumah Sakit (RS) Labuang Baji Haris Nawawi menyampaikan, kesiapan FIT di Asrama Haji menghadapi lonjakan kasus. Ada 150 tempat tidur yang disiapkan.
"Tertanggal 6 Februari 2022, tempat tidur yang terpakai sebanyak 31. Kita menyiapkan 150 tempat tidur yang dapat dikonversi menjadi 1.500 tempat tidur," jelas Haris.
Diketahui, layanan FIT ini sudah diadakan oleh Pemprov Sulsel sejak tahun 2021 lalu. Hadirnya layanan FIT ini menjadi inisiasi oleh Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Bahkan tempat isolasi ini disediakan gratis dengan kerja sama Kementerian Agama.
Fasilitas Isolasi Terintegrasi merupakan rumah sakit darurat (rumah sakit lapangan) yang diampuh oleh Rumah Sakit Provinsi Sulsel. Yang diperuntukkan bagi pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan yang bisa berasal dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan maupun dari provinsi lain yang kebetulan berada di Sulsel.
Selama menjalani isolasi di FIT, pasien memiliki kegiatan rutin di antaranya olahraga, ibadah, berjemur dan hiburan. Untuk pelayanan check-up kesehatan mandiri di antaranya disiapkan alat saturasi, oksigen ukur suhu, telemedicine halo dokter. Serta pemantauan pola hidup sehat dengan istirahat cukup, makanan bergizi, minum vitamin dan obat pereda keluhan.
Adapun fasilitas di asrama haji memiliki 15 gedung perawatan, IGD darurat, standar kamar hotel, Wisma tenaga kesehatan, sarana olahraga, sarana ibadah, sarana CCTV dan wi-fi. Untuk fasilitas kesehatan yakni memiliki ambulans rujukan, mobile lab, mobil x-ray, mobile PCR, oximetri, oksigen konsentrat, alkes lainnya.
Pekan ini Asrama Haji kembali bersiap menghadapi kemungkinan adanya lonjakan pasien hingga Maret nanti.
