Muh. Syakir : Selasa, 25 Januari 2022 07:58
Ilustrasi (int)

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Plt Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman mengingatkan kemungkinan memuncaknya Omicron dalam dua tiga pekan ke depan. Masyarakat diminta mengurangi mobilitas.

"Tunda dulu bepergian hingga puncak lonjakan Omicron berlalu. Omicron diprediksi akan mencapai puncak penyebaran pada Februari-Maret," ujar Sudirman, Senin (24/1/2022).

Menurutnya, perkembangan kasus Covid-19 Sulsel masih fluktuasi. Kadang terjadi kenaikan dan melandai.

Situasi ini masih mengkhawatirkan. Apalagi setelah temuan kasus Omicron di Kabupaten Takalar. Karena itu Sudirman meminta masyarakat kembali membatasi interaksi.

"Jangan ada kerumunan. Pertemuan-pertemuan yang menyebabkan interaksi banyak orang harus dibatasi," pintanya.

Pemerintah juga memberi peringatan akan adanya kenaikan kasus di bulan Februari. Kasus Omicron diperkirakan mendominasi wilayah Jabodetabek.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprioritaskan vaksinasi booster di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Kenaikan kasus Omicron paling tinggi diperkirakan terjadi di wilayah ini.

"Paling banyak Omicron akan terjadi di DKI Jakarta dan Jabodetabek dalam 2-3 minggu ke depan, kita akan mempercepat vaksinasi booster di sana," terang Menkes dalam konferensi pers Evaluasi PPKM, Senin (24/1/2022).

Sementara itu, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes dr Siti Nadi Tarmizi mengatakan jumlah kasus Omicron saat ini sudah mencapai 1.626 kasus. Kasus impor dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) masih paling dominan.

"Per hari ini total kasus Omicron mencapai 1.626 kasus. Terdiri dari PPLN 1.019, non PPLN 369," konfirmasi dr Nadia kepada wartawan, Senin (24/1/2022).

Di samping itu, masih ada 238 kasus yang sedang dalam penelusuran untuk diidentifikasi apakah termasuk kasus impor atau transmisi lokal.

Melihat ancaman kasus dalan dua pekan ke depan, pemerintah belum memberi opsi soal pembelajaran tatap muka. Apakah akan dihentikan atau tetap dilanjut.

PTM Lanjut, Vaksinasi Dikebut

Capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun per 23 Januari 2022 di Kota Makassar sudah sebanyak 4.955 siswa. Vaksinasi ditargetkan menyentuh 152 ribu siswa.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Muhyiddin mengatakan, jumlah tersebut berdasarkan data dapodik sekolah yang melaksanakan vaksinasi sesuai dengan jadwal yang ditetapkan di masing-masing sekolah.

Disdik Makassar menargetkan, pertengahan Februari nanti capaian vaksinasi tuntas hingga 100 persen.

"Insyallah kita target pertengahan Februari bisa tuntas 100 persen," katanya.

Ia menyebut, vaksin anak usia SD ini tidak ada paksaan dari sekolah maupun Pemerintah Kota. Orang tua yang anaknya ingin divaksin harus ikut mendampingi untuk dilakukan screening sebelum penyuntikan vaksin.

"Tidak ada. Jadi tidak ada pernyataan yang ditandatangani oleh orang tua untuk persetujuan melakukan vaksin untuk anaknya," tegasnya.

"Yang pasti itu orangtua wajib hadir karena untuk mengscreening anaknya yang mengetahui sakit anaknya kan orang tua. sebelum divaksin harus melalui tes kesehatan. Kalau layak baru divaksin," terang Mahyuddin.

Siswa yang tidak divaksin tetap mengikuti proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

"Anak yang tidak divaksin tetap ikut proses belajar mengajar dan itu menjadi tugas kami bersama Dinas Kesehatan untuk melakukan pendekatan kepada orang tua bagaimana pentingnya vaksin," tuturnya.

Peran kepala sekolah, guru-guru dan seluruh yang terkait dalam vaksinasi anak ini dapat menyosialisasikan dan melakukan pendekatan kepada orang tua terhadap pentingnya vaksin untuk anaknya, agar terhindar dari varian Covid-19.

"Jangan mendengar isu hoax. SMP-SMA sudah kita lakukan 100 persen dan tidak ada sama sekali yang terjadi. Sebelum divaksinkan kan harus discreening dulu," jelas Mahyuddin.