Honorer Dihapus 2023, ini Jawaban Danny Soal Nasib 12.000 'Laskar Pelangi'
Jika kebijakan penghapusan berlaku tahun depan, harus ada pengalihan agar mereka tetap bekerja.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menanggapi wacana penghapusan tenaga honorer mulai 2023. Danny mengakui ini menjadi problem serius dan butuh formulasi baru.
"Iya, ini kebijakan baru. Tapi tahun depan kita akan atur. Pasti ada solusi," ujarnya, Senin 24 Januari 2022.
Danny mengakui ini akan menjadi problem tersendiri. Apalagi jumlah honorer Makassar cukup besar. Mencapai 12.000 orang.
Jika kebijakan penghapusan berlaku tahun depan, harus ada pengalihan agar mereka tetap bekerja. Salah satu yang ditawarkan Danny adalah dialihkan menjadi tim penggerak lorong di masing-masing wilayah.
"Saya lagi memikirkan ini, apakah bisa jadi penggerak lorong atau apa. Saya lagi cari jalan keluarnya agar semua mendapat kesempatan kecuali dia tidak memanfaatkan dengan baik itu lagi yang jadi persoalan," katanya.
Tenaga honorer saat ini tengah menunggu hasil pengumuman seleksi Laskar Pelayan Publik Integritas (Laskar Pelangi) yang telah dibentuk Danny Pomanto.
"Pegawai kontrak sekarang ada 12 ribu. Analisis kebutuhan kita membutuhkan 22 ribu pegawai. ASN kita itu hanya 10 ribu setiap tahun, itu ada 400 orang pensiun. Maka kebutuhan kita kalau kita kurangi ASN dari 22 ribu berarti 12 ribu non ASN. Itu 22 ribu maksimal pegawai. Tetapi kalau kita pakai misalnya IT kan kita bisa kurang-kurang sedikit supaya tidak membebani APBD," ujarnya.
Sementara untuk pengumuman Laskar Pelangi diundur hingga pekan ini. Padahal, sebelumnya Danny mengatakan pengumuman dilaksanakan paling lambat, Jumat 21 Januari 2022 pekan lalu.
Keterlambatan pengumuman terjadi akibat masih adanya OPD yang masih merekap nilai peserta.
"Laskar Pelangi ini kita menunggu spesifik sekalian semua kita umumkan. Kan tadinya ini dua yang masih kita tunggu. Inspektorat dan Dukcapil. Dukcapil ini yang panjang, ternyata, adalagi tiga kandidat yang dites di sana. Tapi sudah di tes di sana kalau sudah selesai saya umumkan sekalian. Bagaimana solusinya juga yang tidak terpilih ini saya harus dipikirkan," pungkasnya.
Kebijakan pemerintah menghapus tenaga honorer mulai tahun depan memungkinkan berimbas luas. Laskar Pelangi (tenaga kontrak) di Makassar mempertanyakan nasib mereka jika kebijakan ini benar-benar berlaku.
Pemkot Makassar baru saja menyelesaikan seleksi Laskar Pelangi. Ada 12.000 orang yang sebelumnya ditarget akan direkrut. Namun belakangan pemkot hanya akan mengakomodir 10.000 orang. Artinya ada 2.000 orang yang bakal dipangkas.
Saat ini jumlah honorer di Tanah Air mencapai 400.000 orang. Tenaga guru mendominasi dengan jumlah 120.000. Disusul tenaga kesehatan dan penyuluh masing-masing 4.000 dan 2.000 orang.
Wali Kota Makassar Danny Pomanto sebelumnya mengaku tengah mempertimbangkan mencoret 2.000 Laskar Pelangi dari 12.000 orang yang dibutuhkan. Pengurangan ini dilakukan untuk meminimalisir beban APBD.
"Kita akan mempertimbangkan jumlah kebutuhan di masing-masing OPD. Ada 12.000 yang dibutuhkan. Tapi jika jumlah ini diakomodir seluruhnya akan memberi tekanan pada APBD. Akan jadi beban," ujar Danny beberapa hari lalu.
Karenanya kata Danny, memungkinkan dilakukan pengurangan dari jumlah itu. Ia melihat, idealnya rekrutmen maksimal ada di angka 10.000. Artinya, ada 2.000 orang yang harus tersisih.
