Jusrianto : Sabtu, 07 November 2020 12:53
Rumah duka korban penikaman di Lutra.

LUTRA, PEDOMANMEDIA - Keluarga korban penikaman IRT Ida (59) Desa Tolangi, Kecamatan Sukamaju, Luwu Utara (Lutra) angkat bicara. Menurutnya, keluarganya ditikam oleh pelaku Abdul Aziz bukan karena korban sering mengejek pelaku mantan narapidana.

Muktadir adik kandung almarhum mengungkapkan, pihak keluarga almarhum merasa terpojok atas pemberitaan tersebut.

Menurutnya, antara almarhum dengan si pelaku pembunuh sama sekali tidak saling kenal dan tidak pernah berkomunikasi serta berinteraksi. Apalagi kalau dikatakan selalu memaki atau mengatai-mengatai si pelaku seorang pengangguran dan mantan narapidana.

"Almarhum dan si pelaku ini sama sekali tidak pernah berinteraksi atau komunikasi apalagi mau saling sapa. Sebab sepengetahuan dan penglihatan saya bila mana si pelaku ini kalau lewat dan berlalu lalang di depan mereka lewat secara diam-diam dan almarhum juga tidak pernah ada mau menegur atau peduli," ungkap Muktadir saat ditemui di kediaman almarhum, Sabtu (07/11/2020).

"Saya selaku saudaranya, almarhum adalah sosok yang hanya mengeluarkan kalimat-kalimat yang santun," sambungnya.

Ia berharap kepada pihak yang menangani kasus tersebut agar si pelaku pembunuh (Abdul Aziz) dihukum sesuai dengan perbuatannya.

"Kami berharap, dari pihak keluarga almarhum, meminta agar si pelaku pembunuh ini dihukum sesuai dengan perbuatannya, paling tidak hukuman mati," ujarnya.

Selain itu dirinya juga meminta agar pihak kepolisian yang menangani kasus ini mengusut tuntas apa motif di balik kasus tersebut.

"Yang jadi pertanyaan kami dari pihak keluarga apa kira-kira motif dibalik kejadian ini, karena kalau mau mencuri kenapa HP dan dompet almarhum tidak diambil, dikatakan mau memerkosa tidak ada juga tanda-tandanya, sementara almarhum dalam keadaan lelap tidur langsung ditikam dibagian leher, dan dibantal ada darah," pungkasnya.

Diketahui Kejadian pembunuhan almarhum WH, Rabu (04/11) sekitar pukul 11.30 malam. Almarhum masih sempat dibawa ke Rumah sakit Hikma Masamba untuk dirawat dan meninggal Kamis Subuh (05/11) sekitar pukul 04.00 di Rumah sakit Hikma, kemudian almarhum dikebumikan di area perkuburan di Desa Tolangi pada hari Kamis (05/11).