Muh. Syakir : Senin, 27 Desember 2021 10:30
Kapolres Takalar AKBP Beny Murjayanto memimpin apel pagi di Mapolres Takalar, Senin (27/12/2021).

TAKALAR, PEDOMANMEDIA - Kapolres Takalar AKBP Beny Murjayanto mengingatkan jajarannya lebih fokus pada pengamanan dan penegakan prokes menjelang perayaan Tahun Baru 2022. Ia juga meminta masyarakat membatasi mobilitas untuk mencegah meluasnya varian Omicron.

"Ancaman Corona masih ada di sekitar kita. Disiplin prokes tak boleh kendor. Apalagi saat ini kita dihadapkan pada varian baru Omicron," terang Beny dalam apel pagi di Mapolres Takalar, Senin (27/12/2021).

Di hadapan para kabag, kasat, kasi, perwira staf dan anggota, Beny mengapresiasi kerja keras anggota selama sepekan dalam menggelorakan vaksinasi di masyarakat. Kemudian Kapolres menyampaikan bahwa tugas selanjutnya yang harus diantisipasi adalah menjelang perayaan Tahun Baru 2022.

“Jelang perayaan Tahun Baru 2022 tentunya mobilitas masyarakat semakin meningkat. Dan hal itulah yang bisa menimbulkan kerawanan kamtibmas ataupun kerawanan terjadinya gelombang ke 3 Covid-19. Untuk itu perlu kita tingkatkan kewaspadaan,” kata Beny.

Kepada seluruh jajaran Polsek di 9 (sembilan) kecamatan, Beny berpesan agar selalu menjalin sinergitas dengan TNI dan lintas sektoral. Dalam bertugas, ia berharap tetap mengedepankan pendekatan humanis dan edukatit.

“Antisipasi gangguan kamtibmas ataupun lonjakan Covid-19. Tentunya dengan menjalin sinergi lintas sektoral, serta peningkatan kegiatan rutin kepolisian,” tandasnya.

Masih kata Beny, menyikapi intensitas hujan menjelang akhir tahun, seluruh anggota agar selalu menjaga kesehatan dan waspada terhadap bencana alam.

“Ingatkan keluarga, tetangga serta seluruh masyarakat agar hati-hati dan waspada. Waspada terhadap bencana alam. Dan yang pasti taati imbauan pemerintah menjelang perayaan Tahun Baru 2022,” tukas Beny.

Sebelumnya dikabarkan, hjanya dalam kurun tiga hari, kasus varian Omicron di Indonesia bertambah menjadi 31 orang. Kementerian Kesehatan mengklaim, 31 orang ini seluruhnya imported case.

"Sudah ada 31 kasus. Semua imported case," ujar juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi, Minggu (26/12/2021).

Nadia menuturkan, pasien baru Omicron ini terinfeksi setelah perjalanan dari beberapa negara. Di antaranya AS, Turki, Mesir, UEA, Malaysia, Arab Saudi, Nigeria.

Dia menuturkan sebagian besar pasien baru ini tidak bergejala. Kecuali hanya batuk ringan.

"Gejalanya cuma batuk ringan," ucapnya.