TOP SEPEKAN: 24 Pejabat Pilihan Danny, Usai Premium, Giliran Pertalite Dihapus
Pelamar yang tidak lolos dan keberatan atas hasil yang telah diumumkan bisa mengajukan keberatan ke KASN.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Top Sepekan PEDOMANMEDIA, akhir pekan ini menempatkan kabar soal lelang jabatan di Pemkot Makassar di rating teratas. Disusul kabar soal rencana penghapusan bertahap BBM jenis Premium dan Pertalite.
Dua berita ini menjadi yang terpopuler dalam sepekan. Kami mengulasnya kembali untuk pembaca.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto telah memilih satu dari tiga nama yang lolos pada lelang jabatan. 24 nama segera disodorkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
"Lelang jabatan sudah, dalam 1-2 hari saya kirim namanya (ke KASN)," ujarnya, Senin (20/12/2021).
Setelah ada persetujuan dari KASN dan Kemendagri, Danny akan segera melantik pejabat definitif di 24 OPD yang saat ini masih diisi oleh plt.
"Begitu ada balasan langsung saya lantik. Pokoknya dilantik tahun ini, sebelum tahun baru," jelas Danny.
Sementara untuk lurah dan RT/RW juga akan dilantik serentak pada pelantikan 24 pejabat definitif.
"Untuk lurah sekalian, kemungkinan serentak semua. Mudah-mudahan serentak semua karena berkaitan ini seperti lokomotif. Kalau ada yang kosong langsung diisi yang di bawah kosong, diisi lagi begitu," katanya.
Sebelumnya panitia seleksi (pansel) lelang telah mengumumkan hasil lelang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Ketua Pansel, Prof Aminuddin Ilmar mengumumkan langsung tiga nama hasil lelang jabatan JPTP untuk diserahkan kepada Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto untuk kemudian diumumkan oleh Pansel.
"Berdasarkan hasil rapat dan surat penetapan pansel bahwa hal itu akan dilakukan hari ini. Kemudian kami akan ke Wali Kota. Wali Kota kemudian merilis kembali untuk diumumkan tiga nama yang lolos berdasarkan rekomendasi dari pan," ujarnya, Rabu (15/12/2021) .
Prof Aminuddin mengatakan, hasil ini berdasarkan rekapitulasi dari hasil penilaian setelah melalui empat tahapan seleksi yakni uji rekam jejak, penulisan makalah dan presentasi dan wawancara.
"Berdasarkan 4 tahapan itulah kita lakukan rekapitulasi nilai sesuai dengan ketentuan dari 4 tahapan itu sebagai catatan yang paling menentukan adalah penilaian assesmen dan rekam jejak. Makalah juga objektif. Pansel kita menentukan makalah batas bawah dengan nilai 70 dan batas atas dengan nilai 95," jelasnya.
Pelamar yang tidak lolos dan keberatan atas hasil yang telah diumumkan bisa mengajukan keberatan ke KASN.
"Nilai ini bisa dipresentasikan kalau orang bersangkutan mengalami keberatan. Kalau ada yang keberatan bisa langsung ke ASN," katanya.
"Yang pasti sebaran nilai terbesar pada assesmen totalnya ada yang menerima batas nilai 95. Bahkan nilai di asesmen ada 6 -7 orang yang menerima 100. Peserta yang tidak memenuhi syarat nilai assesmen ada yang mendapat nilai 80 kebawah," tambahnya.
Prof Aminuddin menegaskan, Pansel tidak ingin mengumumkan nilai yang diperoleh setiap peserta seleksi karena untuk menghindari spekulasi saat memilih satu orang pejabat definitif.
"Tidak ada keharusan. Kita langsung setor ke pejabat pembina kepegawaian kemudian kita serahkan ke KASN. Kewenangan pansel hanya merekomendasikan tiga nama ke pejabat pembina kepegawaian dalam hal ini Wali Kota Makassar nanti pejabat pembina kepegawaian akan tunjuk satu nama," jelasnya.
Alasan Premium-Pertalite Dihapus Dimulai Tahun Depan
Penghapusan bertahap Premium (RON 88) dan Pertalite (RON 90) akan dimulai tahun depan. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkap alasan dihapusnya 2 jenis BBM ini.
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan kebijakan adalah untuk memperbaiki kualitas bahan bakar dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Indonesia sekarang masih termasuk empat negara di dunia yang masih menggunakan Premium.
"Nah ke depannya memang kita harus menuju energi yang lebih bersih dan kita tertinggal dengan Vietnam. Kita masih (standar) Euro 2, Vietnam sudah Euro 4 dan akan masuk ke Euro 5. Juga (dibandingkan) negara-negara Asean tetangga kita, kita ketinggalan," jelas Arifin beberapa waktu lalu, dikutip Sabtu (25/12/2021).
Senada dengan Arifin, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Soerjaningsih dikutip detikcom mengatakan, tahapan pertama Premium akan digantikan oleh Pertalite karena Indonesia mulai memasuki masa transisi di mana BBM RON 90 akan menjadi bahan bakar antara menuju BBM yang ramah lingkungan.
"Kita memasuki masa transisi di mana Premium (RON 88) akan digantikan dengan Pertalite (RON 90), sebelum akhirnya kita akan menggunakan BBM yang ramah lingkungan," katanya.
Soerja menjelaskan bahwa saat ini hanya ada 7 negara yang masih menggunakan Premium RON 88. Volume yang digunakan pun sangat kecil. Kesadaran masyarakat menggunakan BBM dengan kualitas yang lebih baik menjadi salah satu penyebabnya.
Dia menjelaskan lebih lanjut bahwa pemerintah sedang menyusun peta jalan (roadmap) BBM ramah lingkungan, di mana nantinya Pertalite juga akan digantikan dengan BBM yang kualitasnya lebih baik.
"Dengan roadmap ini, ada tata waktu di mana nantinya kita akan menggunakan BBM ramah lingkungan. Ada masa di mana Pertalite harus dry, harus shifting dari Pertalite ke Pertamax," katanya.
Perubahan dari Premium ke Pertalite diperkirakan akan mampu menurunkan kadar emisi CO2 sebesar 14%, untuk selanjutnya dengan perubahan ke Pertamax akan menurunkan kembali emisi CO2 sebesar 27%.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
