Minggu, 26 Desember 2021 08:16

Giliran Prancis Dihantam Corona, Tembus 100 Ribu Kasus Usai Natal

Giliran Prancis Dihantam Corona, Tembus 100 Ribu Kasus Usai Natal

Rekor tertinggi dilaporkan dalam 24 jam terakhir, yakni 104.611 kasus per Sabtu (25/12/2021).

PARIS, PEDOMANMEDIA - Usai Inggris, giliran Prancis yang mencatat ledakan Corona dalam 24 jam terakhir. Otoritas negara itu mengonfirmasi penambahan kasus yang menembus angka 100 ribu.

Rekor tertinggi dilaporkan dalam 24 jam terakhir, yakni 104.611 kasus per Sabtu (25/12/2021). Jumlah pasien yang dirawat secara intensif juga naik menjadi 3.282 pasien.

Presiden Emmanuel Macron dan pemerintahan terkait kini akan membahas langkah-langkah ke depan terkait strategi pandemi, di tengah meningkatnya kekhawatiran efek penyebaran Omicron yang melonjak.

Baca Juga

Beberapa aturan di daerah sudah kembali diperketat. Banyak dari mereka yang kembali menerapkan aturan wajib masker, tidak hanya di ruang publik dalam ruangan.

Hingga kini, Prancis telah mencatat 122.546 kematian akibat virus Corona. Sudah ada 76,5 persen populasi di Prancis yang divaksinasi lengkap.

Belakangan, peningkatan kasus COVID-19 juga terjadi di China. Per Sabtu (25/12/2021), negara itu mencatat kenaikan kasus tertinggi dalam empat bulan terakhir. Sebagian besar kasus disumbang kota Xi'an.

Karenanya, pihak berwenang China memberlakukan lockdown ketat terhadap 13 juta orang di Xi'an Kamis lalu.

Dikutip dari DW News, ada 140 kasus baru, 87 di antaranya adalah transmisi lokal, dilaporkan pada Malam Natal. Sebagian besar dari ini berada di Xi'an, meskipun kasus telah ditekan seminimal mungkin berkat strategi nol-Covid yang ketat yang dengan cepat membuat zona wabah.

Dua hari lalu Inggris juga mengalani ledakan kasus Corona. Otoritas kesehatan negara itu mengonfirmasi adanya 122.186 kasus baru dalam 24 jam.

Dilansir dari AFP, jumlah kasus Corona di Inggris melonjak 48 persen selama 7 hari terakhir. Angka rawat inap dan kasus kematian juga meningkat.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan risiko dirawat di rumah sakit karena terinfeksi varian Omicron 70 persen lebih rendah ketimbang varian Delta. Varian Delta adalah salah satu varian yang sempat dominan di Inggris. Meski begitu, ada juga yang menyebutkan bahwa hal ini tak pasti karena didasari atas sedikit sampel dari kasus rawat inap.

Kepala Badan Keamanan Kesehatan Inggris Jenny Harries mengatakan kepada BBC Radio 4 bahwa data tersebut menunjukkan adanya 'secercah harapan natal'.

Diketahui, Inggris merupakan salah satu negara yang paling terdampak karena Corona di Eropa. Jumlah kematian di negara itu sebanyak 147.857 kasus.

Editor : Muh. Syakir
#Prancis Dihantam Corona #Corona #Natal
Berikan Komentar Anda