Muh. Syakir : Rabu, 22 Desember 2021 17:58
Wawali Makassar Fatmawati Rusdi meninjau tes Genose murid SD.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA -  Pemerintah Kota Makassar melakukan uji coba tes GeNose bagi murid sekolah dasar (SD) mulai hari ini. Tes dilakukan seiring dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) tingkat SD.

Penggunaan GeNose tingkat SD sama halnya penggunaan GeNose di tingkat SMP. Sebelumnya sudah terlebih duhulu melaksanakan screening.

Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi mengatakan, screening yang diperuntukkan bagi murid SD dimaksudkan untuk memonitoring kesehatan setiap murid selama penerapan proses PTM berlangsung.

"Tentunya kita ingin agar selama proses belajar mengajar diberlakukan, kesehatan anak didik kita terpantau dan alhamdulillah hari ini semua berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang diharapkan," ujar Fatma saat meninjau langsung pelaksanaan PTM GeNose di SD Negeri Labuang Baji l, Jalan Dr. Ratulangi, Makassar, Rabu (22/12/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Nielma Palamba berharap, pelaksanaan GeNose bagi siswa tingkat SD hasilnya sama seperti pada saat pelaksanaan PTM tingkat SMP.

"Pada saat kita melaksanakan screening PTM tingkat SMP hasilnya cukup baik dan tidak ditemukan adanya paparan Covid 19. Kita harap begitu juga pada siswa didik tingkat SD ini. Apalagi tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 mereka sudah memasuki masa libur semester," terangnya.

GeNose sempat memicu prokontra karena sejumlah pakar tak merekomendasikannya. Namun Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, akan tetap memakai GeNose.

Danny Pomanto sapaan Wali Kota Makassar mengatakan, pihaknya telah melakukan konsultasi kepada pimpinan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menciptakan alat GeNose, terkait penggunaannya bagi peserta didik.

Danny juga tak mempermasalahkan Terkait adanya penolakan penggunaan GeNose dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar.

Ia menyebut bahwa IDI bukan yang memberi otorisasi izin penggunaan alat GeNose. Selama pemerintah memberikan izin penggunaan GeNose, maka pihaknya tetap mengikuti.

"Kalau ada komplain begitu, komplain sama Kemenkes yang memberi izin. Komplain sama negara yang merekomendasikan itu. Jangan ke kita (Pemkot)," terangnya.

Ketua IDI Kota Makassar, Dr Siswanto Wahab sebelumnya mengatakan, alat GeNose tidak akurat dan bukan diperuntukkan untuk pemeriksaan paru-paru.

"GeNose bukan untuk pemeriksaan paru-paru. Kalau mau pemeriksaan paru-paru, gunakan CT Toraks," ujar Siswanto belum lama ini.

IDI merekomendasikan penggunaan PCR untuk testing Covid-19 sebagai bentuk evaluasi pelaksanaan simulasi PTM terbatas.

Hal senada juga dikatakan Humas IDI Makassar, dr Wahyudi Muchsin. Ia mengatakan IDI Makassar menolak penggunaan GeNose bagi peserta didik.