JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Varian Omicron diklaim sejumlah pakar memiliki tingkat penyebaran yang lebih cepat, tapi gejalanya cenderung ringan. Omicron diklaim seperti flu biasa. Benarkah?
Penelitian di Inggris, menemukan gejala Omicron memang memiliki kemiripan dengan flu. Namun tak bisa diabaikan karena varian ini bisa memberi risiko yang lebih berat.
Dikutip dari CNBC, studi Zoe Covid, yang menganalisis ribuan gejala pasien Covid yang diunggah ke aplikasi publik mencatat data pada November dan Desember, waktu di mana penyebaran Omicron mulai meluas.
Analisis awal ditemukan kesamaan antara varian Delta dan varian Omicron, menjadi tanda bahwa mutasi belum berakhir. Ada kecenderungan gejala varian Omicron mirip flu.
Tim mengatakan lima gejala teratas yang dilaporkan adalah pilek, sakit kepala, kelelahan (baik ringan atau berat), bersin
dan sakit tenggorokan. Analisis gejala ini dilakukan di London karena dampak varian Omicron sangat besar di kota ini.
Varian Omicron sudah menjadi yang dominan di London dan disebut akan segera menjadi 'biang kerok' penularan Covid-19 di sana.
Profesor Tim Spector, ilmuwan utama di aplikasi Zoe Covid Study, mengatakan ada risiko bahwa kasus omicron potensial bisa disalahartikan sebagai pilek ringan.
"Seperti yang ditunjukkan data terbaru kami, gejala omicron didominasi gejala pilek, pilek, sakit kepala, sakit tenggorokan dan bersin, jadi orang harus tinggal di rumah karena kemungkinan besar COVID," kata Spector dalam laporan terbaru Zoe.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Muncul Gelombang Baru Corona, Kota Xi'an China Lockdown Lagi
-
Omicron Terdeteksi di Bone, Satgas Siagakan 45 Tempat Tidur di RS
-
Sepekan Sulsel Tambah 10.527 Kasus, Sudah Lampaui Puncak Delta
-
3 Pasien Covid-19 di Bone Positif Omicron, 27 Lainnya Dicurigai
-
Omicron di 6 Provinsi Memuncak, Menkes Antisipasi Luar Jawa di Akhir Maret