Amrin : Kamis, 16 Desember 2021 05:30
Mutasi dan pelantikan pejabat Jeneponto. (Foto: Ist)

JENEPONTO, PEDOMANMEDIA – Gerbong mutasi terjadi, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar melantik dan memimpin pengambilan sumpah/janji pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas, dan pejabat fungsional lingkup Pemerintah Kabupaten Jeneponto, di Ruang Pola Panrangnuanta, Rabu (15/12/2021).

Pelantikan berlangsung khidmat dan tetap dengan penerapan protokol kesehatan covid-19. Yang dilantik ada 3 pejabat eselon II, 8 orang pejabat Eselon III A, 21 orang Eselon III B dan 93 orang Eselon IV A dan 28 orang Eselon IV B. Untuk pejabat eselon IV akan diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri dalam untuk jabatan fungsional dalam rangka reformasi birokrasi.

Bupati Iksan Iskandar mengumumkan rotasi pejabat menyusul masa purna bakti  Syafruddin Nurdin sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Jeneponto yang selanjutnya digantikan oleh Muhammad Basir selaku Pelaksana Harian (Plh).

Selain itu sejumlah pejabat pimpinan tinggi lainnya juga ikut dirotasi, salah satunya  Manrancai Sally yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kini menduduki posisi strategis lainnya yakni selaku kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdagin) Jeneponto.

Sementara posisi Manrancai Sally selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kini diganti oleh Syamsi Lili yang sebelumnya menjabat Asisten II Bidang Ekonomi Setda Jeneponto.

Bupati Iksan Iskandar dalam sambutan menyampaikan penghargaan atas dedikasi, pengabdian dan tanggung jawab Syafruddin Nurdin, selama ini selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jeneponto.

Iksan Iskandar mengaku memiliki banyak kesan selama Syafruddin Nurdin menjabat sebagai sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Jeneponto.

“Banyak kenangan manis antara saya selaku pribadi dan pimpinan bersama bapak Doktor HM Syafruddin Nurdin, “ujar Iksan.

Selain itu, bupati Iksan Iskandar juga memberikan pesan kepada pejabat lain yang baru saja dilantik untuk melakukan upaya penertiban administrasi dan aset secara terukur serta sesuai SOP yang ada.

Bupati dua periode itu juga meminta agar proses rotasi dapat dimaknai sebagai proses penyegaran, dengan harapan para pejabat baru mampu melakukan pemetaan program secara terukur dan tepat sasaran, mendorong peningkatan pelayanan serta menciptakan inovasi.

“Rotasi ini bukan yang terakhir, tetapi awal tahun depan akan ada lagi, jadi bagi yang belum terakomodir untuk tetap memperlihatkan kinerja dengan baik,” pungkas Iksan.

Penulis: Mansur Sewang