Usai Desakan Pencopotan, Plt Kepala Bappeda Torut Akhirnya Buka Suara
Irma dalam klatifikasinya juga menyebutkan penyerapan anggaran di Bappeda hingga pertengahan Desember sudah mencapai 80%
TORUT, PEDOMANMEDIA - Plt Kepala Bappeda Toraja Utara Irma Patandung akhirnya buka suara terkait penggunaan anggaran rutin di Bappeda. Ia menyampaikan klarifikasi sehari setelah mencuat desakan mundur untuknya.
"Selamat sore pak saya mau klarifikasi pemberitaan ta di PEDOMANMEDIA terkait dana kajian Rp3,3 miliar. Itu bukan Rp3,3 miliar tapi Rp3,7 miliar. Dan itu anggaran rutin untuk satu tahun. Itu porsinya banyak termasuk pendampingan OPD-OPD saat melakukan rapat," kata Irma via telepon, Selasa sore (14/12/2021).
Irma mengatakan, anggaran Rp3,7 miliar itu adalah total semua kegiatan di 2021. Adapun anggaran kajian yang sebelumnya disebutkan Rp3,3 miliar tidak benar.
"Anggaran kajian itu hanya Rp80 juta. Bukan Rp3,3 miliar. Ini hanya satu kajian itu, untuk melakukan servei terhadap kepuasan masyarakat. Dan itu kami kerjakan dengan statistik," ungkap Irma.
Sehari sebelumnya Irma mendapat kritik keras dari aktivis karena dianggap tak transparan dalam penggunaan anggaran di Bappeda. Ketua LSM Lembaga Pilar Rakyat Indonesia (LPRI) Rasid Mappadang mendesak Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang mencopot Irma. Irma dinilai tertutup dalam memberi informasi ke publik.
"Kita anggap dia ini tidak komunikatif. Wartawan banyak yang mengeluh karena tak bisa mengakses informasi. Beliau tertutup terutama terhadap media," ujar Rasid, Senin (13/12/2021).
Sikap tertutup Plt Kepala Bappeda menurut Rasid, menimbulkan banyak persepsi. Pertama, publik bisa beranggapan ia menutupi sesuatu. Kedua, ada masalah serius di Bappeda yang tak ingin diketahui publik.
"Ini menimbulkan tanda tanya besar. Apalagi sikap plt tertutup saat polemik dana kajian Bappeda Rp3,3 miliar mencuat. Inikan malah menimbulkan kecurigaan. Kenapa saat dana itu diungkit, plt malah bersikap tertutup," tandas Rasid.
Karena itu Rasid ingin ada langkah lebih konkret menyikapi ini. Ia menantang kejari turun tangan untuk mengusut anggaran dana kajian Bappeda yang dinilai sangat fantastis itu.
Anggaran kajian perencanaan kegiatan di Bappeda Toraja Utara tahun 2021 mengemuka setelah diketahui nilainya mencapai Rp3,3 miliar. Anggaran ini dinilai fantastis dan terkesan tidak wajar.
Kepala Bidang Anggaran BPKAD Torut, Salmon mengaku nilai anggaran itu memang menyentuh Rp3,3 miliar. Namun ia tak bisa merinci mengenai item-itemnya. Menurutnya, Bappeda lebih mengetahui rincian itu.
Irma dalam klatifikasinya juga menyebutkan, penyerapan anggaran di Bappeda hingga pertengahan Desember sudah mencapai 80%.
"Jadi anggaran kami yang Rp3,7 miliar itu baru 80% karena itu terkait dengan ketersedian anggaran di BPKAD. Tidak mungkin juga kita mau paksakan cairkan 100% pak kalau memang anggaran tidak tersedia," imbuh Irma.
