Muh. Syakir : Kamis, 09 Desember 2021 18:58
Plt Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman rapat kesiapan penerapan PPKM Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Kamis (9/12/2021).

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Sudirman Sulaiman mengakui bahwa dunia sedang dibayangi varian baru Corona, Omicron. Namun ia ingin pembelajaran tatap muka tetap berlanjut.

"Kita hanya berharap vaksinasi dipercepat. Terutama untuk pelajar maupun pendidik dan tenaga kependidikan (PTK)," kata Sudirman saat pertemuan secara virtual pada Rapat Kesiapan Penerapan PPKM Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru dan Percepatan Vaksinasi dari Rujab Gubernur Sulsel, Kamis (9/12/2021).

Menurut Sudirman, pembelajaran tatap muka terbatas menunjukkan efektivitas. Baik dari sisi penyerapan kurikulum maupun dalam menjaga tren kasus di lingkungan sekolah.

Sejuah ini, tak ada laporan mencolok klaster pembelajaran tata muka. Itu menunjukkan penerapam prokes di sekolah berjalan sesuai harapan.

"Tinggal sekarang bagaimana vaksinasi digenjot agar bisa menyentuh cakupan lebih tinggi di kalangan pelajar dan tenaga pendidik. Kita terus dorong ini," ucapnya.

Capaian vaksinasi Covid-19 saat ini, pelajar SMA/sederajat di Sulsel untuk dosis 1 yakni 240.392 atau 71,83% dan dosis 2 yakni 170.342 atau 50,90%. Sementara guru dan tenaga kependidikan untuk dosis 1 yakni 25.736 atau 88,93% dan dosis 2 yakni 25.488 atau 81,19%.

"Meski sudah di atas 70%, namun masih ada beberapa Kabupaten/Kota yang masih dibawah 70%. Ini kita imbau dan dorong agar vaksinasi untuk pelajar dan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) di Sulsel terus digenjot, untuk membentuk herd immunity (kekebalan kelompok)," pungkasnya.

Ia pun mengimbau kepada kepala sekolah, maupun kepala dinas pendidikan kabupaten/kota agar memperhatikan mutu pendidikan.

"Kita ingin bagaiman untuk terus berinovasi, kreatif bagaimana untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sulawesi Selatan," tegasnya.

Plt Gubernur Sulsel pun memberikan atensi khusus terhadap pendidikan vokasi (SMK), terkait tindak lanjut MoU dengan Dudika (Dunia Usaha Dunia Industri dan Lapangan Kerja), serta optimalisasi pengelolaan SMK yang BLUD.

"Dengan harapan terbentuknya generasi lulusan-lulusan pelajar yang membanggakan, apalagi mereka adalah aset bangsa yang ke depan bisa membangun daerah kita tercinta ini," tuturnya.