PPKM Batal, Tak Ada Penyekatan Nataru, Artinya Boleh Party?
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menegaskan, setelah perubahan kebijakan ini, artinya tidak ada penyekatan pada perayaan Nataru
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pemerintah pusat membatalkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 se-Indonesia. Kebijakan penyekatan dihapus. Artinya boleh pesta?
Pembatalan PPKM level 3 serentak diumumkan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia secara virtual pada Rabu (8/12/2021). Sedianya PPKM diberlakukan 24 Desember hingga 2 Januari 2022.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menegaskan, setelah perubahan kebijakan ini, artinya tidak ada penyekatan pada perayaan Nataru.
“Dari hasil arahan Kemendagri, PPKM level 3 batal diadakan dan diminta untuk tidak melakukan penyekatan. Hanya saja ditekankan untuk lebih mewaspadai adanya pergerakan varian baru Covid-19 yakni Omicron," ujar Danny.
Artinya pesta dibolehkan? Kata Danny, meski penyekatan ditiadakan bukan berarti masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan penuh euforia.
“Tetap akan di intensifkan pengawasan di masing-masing tempat termasuk Makassar. Kerumunan dilarang dan semua mengikuti aturan protokol kesehatan yang ketat. Tak ada pesta-pesta yang bikin kerumunan," katanya.
Selain penerapan prokes ketat, para kepala daerah juga diminta untuk memaksimalkan vaksinasi. Upaya ini demi menjaga imunitas warga.
“Vaksinasi alhamdulillah Makassar sudah lewat 70% tapi saya optimis Desember 2021 ini bisa tembus di angka 80%. Jadi mohon agar tetap patuhi instruksi pemerintah demi keselamatan bersama," pungkas Danny.
Sweeping Vaksin Tetap Jalan
Pemerintah Kota Makassar tetap akan melakukan 'sweeping' vaksin lewat Vaksinasi On The Road pada 24 Desember, meski PPKM level 3 batal. Komisi A mendukung asal pelaksanaannya edukatif.
"Saya setuju kegiatan tersebut tentunya dengan pelaksanaan sesuai dengan standar kesehatan yang diisyaratkan," ujar Ketua Komisi D DPRD Makassar, Wahab Tahir.
Wahab menerangkan, program tersebut sangat positif untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 menjelang dan Natal dan Tahun Baru 2022. Legislator dari Fraksi Golkar ini mengatakan, pelaksanaan vaksinasi on the road harus disertai dengan standar kesehatan yang ketat. Agar proses vaksinasi efektif dilakukan di jalanan.
"Pelaksanannya sesuai dengan standar kesehatan yang disyaratkan agar capainya bisa maksimal dan tepat," ujarnya.
Kata Wahab sangat penting bagi efektivitas pelaksanaan vaksinasi on the road. Olehnya itu harus dijalankan dengan baik.
"Karena tujuan vaksinasi ini jelas untuk kesehatan dan keselamatan rakyat dan yang terpenting kerja sama semua pihak di dalam pelaksanaanya agar maksimal capainya dan kesadaran rakyat meningkat bahwa betapa pentingnya kesehatan melalui edukasi," tuturnya.
Menurutnya, Pemkot Makassar dapat melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Sehingga terjadi koordinasi yang baik saat di lapangan.
"Pelaksanaanya harus persuasif atas nama kebaikan kita semua," ujarnya.
Di samping itu, Wahab juga meminta Pemkot Makassar memberi edukasi kepada rakyat sebelum vaksinasi on the road dilakukan. Agar rakyat bisa mengerti dan siap mendukung program tersebut.
"Pelaksanaanya juga disertai dengan mengedukasi rakyat sehinga tercipta saling pengertian bahwa ini semua untuk kepentingan bersama," pungkas Wahab.
Diketahui, Pemkot Makassar akan menyasar pengendara yang terdeteksi belum menerima vaksin. Mereka akan divaksin di tempat.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan capaian vaksinasi di Makassar sudah melampaui 70 persen dan masih menargetkan angka yang lebih tinggi lagi hingga mencapai 100 persen dari target.
Diharapkan Vaksinasi On The Road ini juga bisa meningkatkan jumlah masyarakat yang tervaksin hingga bisa mencapai 100 persen.
