Antisipasi Cuaca Ekstrem Bone-Soppeng, SAR Batalyon C Siaga 24 Jam
SAR Batalyon C sudah berkoordinasi dengan polres wilayah back up dan BPBD. Mereka siap terjun ke lokasi bencana.
BONE, PEDOMANMEDIA - Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel menyiagakan unit SAR mengantisipasi meningkatnya curah hujan di Kabupaten Bone-Soppeng. Tim disiagakan 24 jam.
Kabupaten Soppeng menjadi salah satu fokus perhatian. Wilayah ini dilanda banjir sejak kemarin dan merupakan titik paling terdampak.
"Dalam rangka mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah back up kami ini, saya telah memerintahkan kepada siaga SAR Batalyon C Pelopor untuk siaga 1 x 24 jam dan terus memantau perkembangan situasi daerah rawan bencana,” ujar Komandan Batalyon C Pelopor Kompol Nur Ichsan, Senin (6/12) malam.
Lebih lanjut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan polres wilayah back up dan BPBD. Ichsan mengatakan, jika sewaktu-waktu dibutuhkan pihaknya siap terjun ke lokasi bencana.
“Personel kami siap untuk bergerak kapanpun dan di manapun kami dibutuhkan. Ini semua sebagai wujud bakti Brimob untuk masyarakat,” tambahnya.
Selain menyiagakan personel, Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel juga menyiagakan perlengkapan pendukung lain yang dibutuhkan dalam proses evakuasi korban bencana banjir maupun musibah lainnya.
"Kami menyiapkan segala peralatan pendukung yang dibutuhkan dalam proses evakuasi korban banjir maupun musibah lainnya. Di antaranya perahu rakitan, pelampung dan juga tali temali, termasuk alat pemotong kayu/sainsaw,” kunci Nur Ichsan.
Hingga saat ini posko siaga SAR Batalyon C masih terus melakukan pemantauan terhadap lokasi-lokasi rawan bencana banjir. Mereka juga membuka layanan telepon bagi warga masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Hujan deras dalam dua hari terakhir menyebabkan banjir di sebagian wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel). Kabupaten Soppeng dan Makassar menjadi daerah terparah.
Senin (06/12/21), di Soppeng dua rumah dilaporkan hanyut terbawa arus sungai. Sementara jalur poros Barru-Parepare terputus sejak kemarin.
Kapolres Soppeng AKBP Roni Mustofa mengatakan, peristiwa dua rumah yang hanyut ini berada di Kelurahan Ompo, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sulsel.
"Benar, tadi kami dari di TKP. Jadi ada dua unit rumah yang hanyut terbawa arus dekat jembatan di Kelurahan Ompo," kata AKBP Roni kepada PEDOMANMEDIA melalui via sambung Whatsapp.
Polisi berpangkat dua bunga melati ini menerangkan, banjir di Kabupaten Soppeng disebabkan hujan deras yang membuat debit air di Sungai Walennae dan Bendungan Lawo di Kecamatan Lalabata meluap.
"Jadi akibat luapan air sungai ini sehingga menghantam pemukiman warga, bahkan dua rumah semi permanen pun ikut terseret deras arus air sungai ini," ungkap AKBP Roni
Beruntungnya, kata dia, para penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri. Sehingga diperkirakan tak ada korban jiwa dalam bencana alam ini.
Hanya saja, beberapa barang korban terbawa arus hingga diperkirakan kerugian ditaksir Rp 250 juta.
"Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, karena penghuni rumah berhasil keluar. Hanya saja kerugian material yang diperkirakan kisaran Rp250 juta," jelas AKBP Roni.
Adapun langkah-langkah yang diambil dalam menangani bencana alam itu.
Jajaran Polres Soppeng bersama pemerintah daerah dan BPBD telah menerjunkan personel ke sejumlah tempat yang terdampak bencana alam tersebut dan memberikan bantuan berupa paket sandang, kesehatan, air mineral hingga mi instan.
"Jadi dari hasil koordinasi kita bersama pemerintah daerah dan BPBD Soppeng dengan menerjunkan langsung personel untuk membantu korban yang terdampak dan menyiagakan personel untuk melakukan monitoring serta melakukan pengamanan di lokasi," terang AKBP Roni.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
