Muh. Syakir : Jumat, 03 Desember 2021 08:14
High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Grand Claro Makassar, Kamis (2/12/2021).

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengingatkan kepala daerah agar proaktif memantau distribusi pangan. Praktik spekulasi pasar sangat rentan di akhir tahun.

"Di setiap hari hari besar kita selalu dihadapkan pada praktik spekulan. Harga menjadi labil. Dan ini mendorong inflasi. Harus ada pengawasan," terang Sudirman

saat menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Grand Claro Makassar, Kamis (2/12/2021).

Kegiatan tersebut turut dihadiri para kepala daerah se-Sulawesi Selatan. Sudirman menekankan, biasanya spekulasi harga dimainkan dengan menimbun pangan dalam rentang tertentu.

Penimbunan memicu stok berkurang. Akhirnya, saat kebutuhan meningkat, kata dia, pedagang mulai menaikkan harga dengan liar.

"Ini mainan spekulan. Harus mampu kita antisipasi," ketusnya.

Sudirman juga mengingatkan agar mengantisipasi terjadinya inflasi. Inflasi rentan pada periode akhir tahun. Karena bertepatan hari keagamaan, Natal.

Salah satu penyebabnya, adanya indikasi spekulasi harga yang dilakukan oleh oknum pedagang. Sehingga harus ada rekomendasi dalam mengendalikan harga pangan untuk menjaga kualitas ekonomi.

"Waktu Ramadan kita turun bersama kapolda dan forkopimda ke pasar-pasar, ini Nataru (natal dan tahun baru) kita mau hadapi, bagaimana kita menghindari penimbunan, spekulasi harga, kita bisa lakukan tindakan hukum," ucapnya.

Sudirman menyarankan agar seluruh kepala daerah kabupaten kota kompak untuk menggelar operasi pasar dengan turun langsung memantau harga pangan di pasaran.

Sudirman juga menelurkan beberapa rekomendasi. Di antaranya meminta kepada seluruh kepala daerah melakukan kerja sama untuk pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat dengan melakukan langkah koordinasi secara kuat.

"Meminta bupati wali kota memantau harga stabilitas pangan secara nasional. Kita bisa sama-sama turun mengecek harga. Operasi pasar, ada poin tertentu sebagai stimulan di tempat tertentu ketika ada spekulasi, kita turun untuk stabilitas harga," tegasnya.

Andi Sudirman juga meminta agar 2022 nanti sudah ada program dalam APBD untuk mengontrol terjadinya inflasi, melihat situasi pangan di pasar yang ditopang dengan kerja sama semua kepala daerah.

"Harapan kita, tahun demi tahun ada trust, ada sinergitas, bagaimana sistem inflasi terkendali. Mudah-mudahan kita melewati tahun ini dengan range 4 sampai 5 persen tatanan ekonomi tidak jauh dari nasional, dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil," tegasnya.