YOGYAKARTA, PEDOMANMEDIA - Keputusan Ridwan Kamil (RK) untuk bergabung dengan salah satu partai politik pada 2022 menunjukkan keseriusan Gubernur Jawa Barat itu untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Dan memang RK butuh kendaraan politik untuk bisa ikut bertarung dalam Pilpres 2024.
Selama ini, selama mengikuti Pemilihan Walikota Bandung dan Pemilihan Gubernur Jawa Barat, RK selalu maju melalui jalur independen. Untuk tahun politik 2024 di mana ia akan maju di tingkat nasional, jalur independen tak lagi mendukung.
"Saya sudah haqul yakin kalau independen di level nasional tidak mungkin. Saya akan istikharah tahun depan masuk partai. Doakan saja," ucap Emil, sapaan akrabnya, di Yogyakarta, dikutip dari RMOL, Kamis (2/12/2021).
Kalaupun nanti resmi gabung ke salah satu partai politik, Emil mengaku tak akan mempermasalahkan akan dijodohkan dengan siapa. Ia sendiri enggan memikirkan akan dipasangkan dengan siapa oleh partainya nanti dalam Pilres 2024.
"Pelajaran dua kali Pilkada, pengantin itu ibarat Siti Nurbaya semua. Tidak pernah saya bisa memilih. Saya manut dengan perjodohan oleh situasi. Setelah dinikahkan, baru belajar mencintai. Yang ngatur jodoh itu bukan si pengantinnya, tapi diatur koalisi," papar Emil.
Selain itu, Emil juga mengaku tak mempermasalahkan terkait siapa yang nantinya menjadi Capres, siapa yang akan menjadi Cawapres.
"Kepemimpinan itu di mata Tuhan sama saja. Bermanfaatkah dia dengan jabatan nomor 1 (Capres), bermanfaatkah di mata rakyat dengan nomor 2 (Cawapres). Nomor 1 dan 2 sama saja. Rakyat lebih sejahtera itu yang lebih penting," ujarnya.
BERITA TERKAIT
-
Hari ini KPK Periksa Asisten Pribadi Ridwan Kamil Terkait Korupsi Iklan BJB
-
KPK Sebut Ridwan Kamil Keciprat Duit Pengadaan Iklan Bank BUMD
-
Atalia Gugat Cerai Ridwan Kamil!
-
KPK Periksa Lagi Ilham Habibie Terkait Kasus Korupsi BJB yang Seret Nama RK
-
KPK akan Periksa Lisa Mariana Lusa Terkait Kasus BJB yang Seret Ridwan Kamil