Muh. Syakir : Senin, 22 November 2021 17:16
Ilustrasi (int)

BONE, PEDOMANMEDIA - Oknum polisi yang melakukan aksi koboi dengan menodongkan senjata kepada pelajar SMP telah diperiksa di Propam Polres Bone. Pelaku adalah anggota Polsekta Bontoala Makassar.

"Benar, anggota kami sudah diperiksa di Polres Bone. Kemarin Kapolres Bone telpon ke saya untuk yang bersangkutan segera dipanggil dan diperiksa di Polres Bone," ungkap Kapolsek Bontoala Kompol Syamsuardi kepada PEDOMANMEDIA, Senin (22/11/21) siang tadi.

Dia mengatakan, aggotanya telah ia serahkan ke Propam Polres Bone untuk dilakukan pemeriksaan. Kejadian itu sendiri bermula saat anggotanya tersebut pulang kampung ke Bone dan lepas piket.

“Nantilah kita lihat bagaimana (hasil UI diperiksa di Polres Bone. Siapa tahu di Polres Bone diselesaikan secara kekeluargaan atau bagaimana karena informasinya dia itu keluarganya ji. Kapolres Bone juga sudah telepon saya untuk (UI) datang ke Polres Bone untuk klarifikasi,” terang Kompol Syamsuardi.

Syamsuardi juga enggan menjelaskan lebih rinci mengenai latar belakang masalah ini. Mengingat anggotanya masih akan mengklarifikasi persoalan ini ke Polres Bone.

Seperti diketahui, aksi bak koboi oknum polisi berinsial UI itu dilakukan pada Kamis, 18 November malam di Desa Mamminasae Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Menurut informasi, oknum polisi yang mengancam anak SMP di Kabupaten Bone tersebut berpangkat Brigadir Dua yang bertugas di Reserse Mobil (Resmob) Polsek Bontoala, Makassar.

Oknum polisi yang bertugas di Sektor Bontoala Kota Makassar itu melakukan pengancaman menggunakan pistol kepada seorang pelajar yang masih duduk di bangku SMP. Parahnya, pelajar yang diketahui inisial AY itu pun mengaku ditendang lalu ditodong pistol hingga buang air besar di celananya karena ketakutan.

Andi Tenri, ayah korban menceritakan, kejadian itu bermula saat putranya sedang melintas di Desa Mamminasae tiba-tiba seorang pria membuntuti hingga akhirnya dihadang dan ditendang.

“Awalnya anak saya dibuntuti terus ditahan disitumi ditendang lututnya dan ditodongkan pistol kepalanya,” ungkap Andi Tenri kepada awak media, Senin (22/11/2021) pagi.

Dia menyebut, bahwa anaknya saat ini masih mengalami trauma sebab pada saat ditodong pistol anaknya itu sempat buang air besar di celana, dan sampai sekarang masih ketakutan.

“Anak saya trauma dengan kejadian ini, makanya saya melapor polisi terdekat. Tapi petugas di Polsek Lamuru arahkan saya langsung ke Polres,” katanya.

Lebih jauh, Tenri menuturkan, sejauh ini AY selalu merasa ketakutan dan sudah pusing dimana mau mengadu.

“Saat ini kami juga telah meminta bantuan di LBH Makassar untuk didampingi,” ujarnya.