Kamis, 18 November 2021 16:07

2 Tahun Tertunda, Kemenparekraf Ingin F8 Terlaksana di 2022

Sosialisasi protokol even daerah CHSE di Hotel Rinra, Makassar, Kamis (18/11/2021).
Sosialisasi protokol even daerah CHSE di Hotel Rinra, Makassar, Kamis (18/11/2021).

Kemenparekraf sangat ingin even ini kembali terlaksana. Karena F8 terbukti memberi efek luar biasa pada semua sektor penggerak pariwisata.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung terlaksananya kembali even strategis, F8 di Makassar pada 2022. Dua tahun even ini tertunda karena situasi pandemi.

"2020 itu sulit terlaksana karena itu masa awal pandemi. Hampir semua aktivitas sosial ditutup. 2021 sebenarnya ada peluang tapi penyelenggara masih khawatir. Akhirnya ditunda juga," terang Hafiz Agung Rifai, Koordinator Strategi dan Promosi Even Daerah Kemenparekraf dalam sosialisasi protokol even daerah CHSE di Hotel Rinra, Makassar, Kamis (18/11/2021).

Kegiatan ini juga menghadirkan dua pembicara lainnya. Yakni Prana Rama Vidi Suebo yang merupakan inisiator Toraja Highland Festival (THF) dan Sofyan Setiawan, Direktur Festival 8 Indonesia.

Baca Juga

Kata Hafiz, pada prinsipnya Kemenparekraf sangat ingin even ini kembali terlaksana. Karena F8 terbukti memberi efek luar biasa pada semua sektor penggerak pariwisata.

"2 tahun tertunda sangat kita sayangkan. Karena ini even andalan Sulsel. Skalanya internasional," jelasnya.

Menurut Hafiz, di 2021 Kemenparekraf memberi pertimbangan agar F8 tetap dilaksanakan. Sebab masih ada skema yang bisa ditempuh agar even digelar dengan protokol kesehatan ketat.

Namun pandemi kembali memuncak pada Agustus dan September. Sampai akhirnya even kembali batal.

Saat ini kata Hafiz, Kemenparekraf sudah menerima rekomendasi kelender even untuk pelaksanaan di 2022.

"Ya kita sambut baik. Kita oke. Pokoknya F8 kita sokong agar bisa dilaksanakan di 2022," jelasnya.

Hafiz berharap kondisi pandemi terus membaik. Sebab ini juga sangat menentukan planning ke depan.

Apalagi kata dia, Kemenparekraf tidak secara mandiri menentukan pelaksanaan even. Terutama soal izin. Izin harus kembali pada kebijakan Satgas dan kepolisian.

"Izinnya ya kita bergantung pada satgas dan kepolisian. Kalau situasi pandemi seperti sekarang ya memungkinkan sekali untuk diberi izin. Karena pembatasan mulai longgar. Jadi kita tunggu situasinya setelah libur akhir tahun. Semoga membaiklah," paparnya.

Hafiz menyebutkan, sangat disayangkan jika even seperti F8 tidak dilanjutkan. Sebab ini memberi efek luar biasa. Baik dari sisi ekonomi, budaya maupun pada sektor penggerak lain.

"Kalau kita lihat F8 ini adalah yang terbesar. Dari sisi promosi maupun profit," jelasnya.

Sofyan Setiawan, Direktur Festival 8 Indonesia mengungkapkan keyakinannya soal kelanjutan F8 di 2022. Ia menuturkan, jika kondisi pandemi terus membaik, maka kalender even di 2022 tidak akan berubah.

"Kita optimislah. Karena 2022 ini kita sudah punya konsep. Kita harap bisa menghadirkan yang lebih baik dibanding sebelumnya," jelasnya.

Ia menuturkan, 2020 dan 2021 memang sangat tidak mungkin digelar. Sofyan mengakui waktu itu ada kekhawatiran penyelenggara tidak mampu mengontrol animo masyarakat yang begitu besar. Sehingga memicu terjadinya mobilitas tinggi di even tersebut.

"Kalau untuk penyelenggara ya bisalah kita kendalikan. Yang kita khawatirkan adalah pengunjung. Kalau sudah membeludak itu akan sulit dikontrol. Dan ini bisa jadi klaster. Karena itu kita tunda," paparnya.

Harapan yang sama diutarakan Prana Rama Vidi Suebo yang merupakan inisiator Toraja Highland Festival (THF). Ia juga berharap di 2022 THF kembali digelar dan ini menjadi kalender even nasional.

Rama mengemukakan, pelaksanaan THF pada Juni lalu terbilang sukses. Even ini mampu menyedot 6.000 hingga 7.000 pengunjung dalam 7 hari pelaksanaan.

"Ini membuktikan bahwa sektor pariwisata Toraja bisa bangkit lebih cepat. Tinggal bagaimana mengemas konsep agar lebih diterima masyarakat," sebutnya.

Menurut Rama, pada pelaksanaan THF mendatang pihaknya akan lebih kental dengan konsep geowisata. Ini agar desa-desa wisata di Toraja bisa ikut menggeliat.

"Kami punya tema tema geowisata. Di sini kita bisa ikut memperkenalkan kopi Toraja sebagai salah satu andalan pariwisata Toraja," imbuhnya.

Editor : Muh. Syakir
#Kemenparekraf #F8 #Event Toraja Highland Festival
Berikan Komentar Anda