Muh. Syakir : Rabu, 10 November 2021 21:05
Rapat dengar pendapat Komisi C DPRD Makassar.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Komisi C DPRD Kota Makassar meminta manajemen Mal Panakkukang (MP) menutup sementara pintu masuk pengunjung di bagian utara. Kemacetan sering terjadi karena menumpuknya ojek online (ojol) di jalur itu.

"Kami minta pihak mal menutup sementara pintu masuk pengunjung mal di sebelah utara. Kita uji coba dulu 2 hari saja. Kalau ditutup, saya yakin tidak ada lagi ojol yang parkir kendaraanya di sana untuk menunggu pelanggan," ujar Sekretaris Komisi C DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli dalam rapat dengar pendapat di Komisi C, Rabu (10/11/2021).

Legislator Fraksi PPP ini mengatakan jika hal ini tidak dilakukan oleh pihak manajemen mal, maka akan dibuatkan surat rekomendasi ke pemerintah kota untuk menutup langsung pintu masuk mal di sebelah utara.

"Kalau tidak ditutup maka kami akan mengeluarkan surat rekomendasi untuk ditutup pintu utara masuk MP untuk sementara," tegasnya.

Kata Acil, sapaannya, masih banyak pintu masuk yang bisa dibuka untuk pengunjung mal. Selain itu perlu ada tempat titik kumpul yang dikhususkan di aplikasi untuk menjemput dan mengantar pengguna ojol agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.

"Tidak ada lagi penjemputan titik jemput di Boulevard. Masih banyak pintu lain yang bisa dibuka yang tidak menggangu lalu lintas dan pengguna jalan lainnya," terangnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) pengoperasian Sarana Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar, Evi Siregar mengatakan, saat ini pihak mal sudah menyediakan tempat parkir khusus untuk ojol di lantai 1 dan 2 untuk menerima orderan dan menurunkan penumpang.

Namun mereka mengeluhkan biaya parkir di dalam mal. Biaya yang dipatok Rp30 ribu per bulannya.

"Yang menjadi bahan koreksi di lapangan itu terjadi keberatan ojol dengan biaya Rp30 ribu per bulan, itu mereka keberatan karena mereka tidak selamanya menerima orderan dalam sebulan," ungkapnya.

"Itulah seruan mereka, mereka tidak mau masuk karena mereka keberatan biaya parkir yang memberatkan merek," tambahnya.

Ia mengatakan, hal ini bisa dikoordinasikan pihak ojol dan manajemen MP agar menurunkan tarif parkir di dalam MP.

"Bisa dipertimbangkan kembali dari pihak mal untuk biaya parkir hingga biayanya bisa jangkau," pungkasnya.