Amrin : Jumat, 05 November 2021 15:45
Politisi Nasdem, Mario David (Foto: Nurjannah)

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Juru Bicara (Jubir) Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar, Mario David mengkritik anggaran penanganan Covid pada APBD pokok 2022 melalui skema Biaya Tak Terduga (BTT), disediakan sebanyak Rp250 miliar.

"Sebenarnya kalau kasus melandai kondisinya seperti ini tidak usah terlalu besar Rp200 miliar karena pengalaman 2 tahun terakhir kita posting Rp50 miliar BTT kemudian kita recofusing," ujarnya, Jumat (5/11/2021).

Legislator dari Fraksi Nasdem ini mengatakan, kasus covid-19 di Kota Makassar memang tidak bisa diduga sewaktu-waktu akan naik dan turun, namun jika dilihat kondisi saat ini, BTT yang disediakan cukup besar dengan kondisi saat ini yang sudah melandai.

"Nah kalau saya jangan sampai Rp200 miliar. Cukup yang lalu kita memposting Rp50 miliar, kemudian direcofusing jadi sampai Rp300 miliar, akhirnya turun hanya Rp200 miliar yang kita pakai. Jadi kalau saya sih sebaiknya hanya Rp100 miliar cukup," ucapnya.

Mario menyarankan Pemerintah Kota mengalihkan anggaran penanganan Covid-19 untuk pembenahan rumah sakit milik Pemkot Makassar seiring dengan menurunya jumlah kasus covid.

"Sebaiknya untuk membangun persiapan rumah sakit kita yang ada di Batua. RS Batua segera dibangun kembali, RS Ujungpandang baru di finishing, RS Ibu dan Anak Mamajang segera dibangun, RS Sudiang segera diselesaikan harus perencanaanya," terangnya.

"Kemudian RS Minasaupa juga segera dibangun. Memperkuat 38 puskesmas yang kita punya," tambah Mario yang juga Anggota Komisi B DPRD Makassar ini.

RS ini dapat dimanfaatkan untuk penanganan covid, jika kasus kembali naik. Penanganan di RS lebih baik dibanding menyewa hotel dan kapal Umsini.

"Daripada dia ke hotel-hotel atau dia kapal Umsini lagi, mending ke RS dan Puskesmas sebagai sarana fasilitas Pemkot Makassar. Lebih konkrit lebih terukur. Mending itu yang kita bangun," kuncinya.