JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pemerintah menyiapkan skenario baru pembatasan mobilitas menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Skema yang disiapkan memungkinkan lebih ketat demi mencegah ledakan pandemi.
Adita Irawati, Juru Bicara Kementerian Perhubungan, mengatakan, libur Nataru selalu mendorong frekuensi mobilitas warga. Mobilitas tak terkendali terbukti selalu menjadi awal naiknya kasus Corona.
“Karena itu pemerintah mengambil langkah antisipasi. Di Jabodetabek pada libur Nataru 2020 ada 6 juta orang yang bergerak keluar. Ini tentu bisa memicu naiknya tingkat penyebaran kasus,” ujar Adita, dalam diskusi virtual, Rabu (3/11/2021).
Sebanyak 16 titik lokasi penyekatan disiapkan Polda Banten untuk mengantisipasi adanya masyarakat yang nekat mudik. Terutama di jalur menuju Pelabuhan Merak.
“Ini yang perlu diantisipasi, karena pada tahun lalu saja, dengan angka sebesar itu terjadi lonjakan kasus hampir 30 persen,” kata dia.
Adita juga mengatakan, pemerintah sedang menyusun langkah antisipasi untuk menahan pergerakan masyarakat.
Khususnya bagi orang yang akan berpergian untuk kepentingan liburan, wisata, termasuk juga kepentingan-kepentingan di sektor perekonomian yang lain.
“Apakah itu nantinya pembatasan mobilitas, ataukah pengetatan syarat. Yang paling penting sebenarnya adalah aktivitas di hulu itu bisa kita kendalikan. Karena transportasi ini hanya menangkap aktivitas yang ada di hulu,” ucap Adita.
“Kalau di hulunya tidak dikendalikan, transportasi yang dibatasi justru bisa berbalik. Berbalik dalam arti nanti terjadi antrean, terjadi over capacity, yang justru nanti tidak kondusif di situasi pandemi,” ujar dia.
Menkes Ingatkan Sejak Juni
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim lonjakan kasus Coronapada periode Juli hingg Agustus dipicu oleh banyaknya interaksi masyarakat usai Lebaran Idul Fitri. Silaturahim pasca-Lebaran memberi dampak pada April hingga Agustus.
Peningkatan kasus saat itu melewati angka kenaikan rata rata pasca libur Natal dan Tahun Baru.
Faktor lain yang mempengaruhi lonjakan kasus Corona ini, adalah terjadi penularan yang sangat signifikan di beberapa daerah. Masuknya varian Corona India juga mempercepat penularan.
Lonjakan-lonjakan kasus ini secara eksponensial di daerah-daerah tertentu ini terjadi akibat dari pada varian baru. Di antaranya varian delta dan varian India.
Selain itu, kepatuhan protokol kesehatan di masyarakat mulai menurun. Menurunnya kepatuhan prokes menjadi penyebab utama penularan yang lebih cepat.
BERITA TERKAIT
-
Pemerintah Tutup 11 Bandara di Papua Buntut Pembunuhan 2 Pilot Smart Air
-
Dorong Kemajuan Ekonomi Morowali, Zhenshi-Kemenhub Teken MoU Perpanjangan Runway
-
Kemenhub: Pemudik Lebaran Tahun ini Bakal Capai 193 Juta Orang
-
KPK Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Suap Proyek KA Sulsel-Jawa
-
Jelang Nataru, Harga dan Stok Pangan di Wajo Stabil