Kamis, 04 November 2021 07:50

Proyek Pasar Tempe Wajo Terancam Molor Lagi, Laksus: Dari Awal Penuh Masalah

Bupati Wajo Amran Mahmud saat meninjau pembangunan Pasar Tempe.
Bupati Wajo Amran Mahmud saat meninjau pembangunan Pasar Tempe.

Ada dugaan menyalahi RAB sejak pekerjaan awal. Makanya proyek senilai Rp45 M ini mengalami keterlambatan progres.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Proyek Pembangunan Pasar Tempe, Kabupaten Wajo terancam tak bisa rampung hingga akhir 2021. Dari awal proyek ini sudah sarat masalah.

"Sudah banyak masalah dari awal. Tahun 2020 mangkrak dan kontraktornya dianulir sebagai pemenang tender. Tapi entah deal apa, akhirnya dipakai lagi," terang Direktur Laksus Muh Ansar, dalam keterangan resminya, Rabu (3/11/2021).

Jadi menurut Ansar, dari awal proyek ini sudah ada kekacauan administrasi.

Baca Juga

"Bayangkan kontraktor sudah diblacklist malah dipakai lagi. Inikan kacau," ketusnya.

Lalu masalah lain terletak pada mutu dan kualitas beton yang digunakan. Kata Ansar, dari hasil investigasi, material yang dipakai tidak dengan spesifikasi standar.

"Temuan awal kami di lapangan, pada saat proses pengerjaan pelat lantai dasar pasir urugan tidak melalui proses pemadatan. Hanya menggunakan alat seadanya. Sehingga sebagian lantai mengalami keretakan," jelas Ansar.

Ditambah lagi kualitas material di bawah standar. Ini sambung Ansar, kalau dites uji lab tidak memenuhi mutu kualitas beton K-250. Temuan lainnya, mutu kolom beton tidak sesuai spesifikasi beton kualitas K-300.

"Ada 26 kolom beton tidak memenuhi standar, lagi-lagi karena kualitas material rendah," seru Ansar.

Lantaran dugaan menyalahi RAB sejak pekerjaan awal, makanya proyek senilai Rp45 M yang dikerjakan PT Delima Agung Utama mengalami keterlambatan progres pengerjaan.

"Tertunda pengerjaan pengecoran. Masa pelaksanaan sisa 2 bulan berakhir 31 Desember, progres di lapangan baru mencapai kurang lebih 30 persen. Kalau dihitung per November ini deviasinya mencapai 30 persen. Terancam gagal dan pelaksana terkena sanksi atau penalti hingga berujung penghentian kontrak kerja," papar Ansar yang aktif melakukan peran serta masyarakat dalam hal pencegahan korupsi di wilayah Sulsel

Untuk itu, Ansar meminta Kementerian PUPR melalui Dirjen Cipta Karya segera mengevaluasi kinerja Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah II Sulawesi Selatan.

"Satker PPK Satker Balai Prasarana Permukiman Wilayah II Sulsel harus juga bertanggung jawab, terlebih pelaksana dan konsultan pengawasnya," tegasnya.

Pasar Modern yang Ramah Lingkungan

Pasar Tempe Kabupaten Wajo dirancang dengan konsep ramah lingkungan. Menjadi yang pertama di KTI dan akan jadi percontohan nasional.

"Masyarakat Kabupaten Wajo, khususnya pedagang Pasar Tempe, patut bangga karena bangunan Pasar Tempe yang sementara dibangun ini masuk spesifikasi bangunan hijau yang pertama di Indonesia timur dan menjadi percontohan nasional," ucap Bupati Wajo Amran Mahmud saat meninjau progres Pasar Tempe beberapa waktu lalu.

Pasar Tempe mulai dibangun pada 12 April 2021. Bangunan ini nantinya akan ada dua lantai yang dilengkapi beberapa fasilitas. Seperti parkir yang bisa memuat kurang lebih 400 kendaraan roda dua dan empat, food court, musala, hingga taman bermain.

Amran juga berharap Pasar Tempe nantinya akan mampu mendorong pengembangan sektor ekonomi sehingga mendukung program pemulihan ekonomi nasional.

Pembangunan Pasar Tempe bersifat multiyears contract (MYC) yang direncanakan selesai pada akhir 2021 ini. Menghabiskan Rp45 miliar dengan PT Delima Agung Utama selaku pelaksanaan konstruksi.

Bangunan Pasar Tempe berdiri di atas lahan eks pasar lama dengan luas tanah 8.642 meter persegi, total luas bangunan 9.777 meter persegi, dan luas bangunan gedung di atas 5.000 meter persegi.

Pembangunan ini merupakan upaya dalam mewujudkan pasar rakyat yang laik fungsi dan dapat memenuhi aspek keamanan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan, sekaligus menjadikan Pasar Tempe sebagai pionir bangunan gedung hijau pasar yang ramah lingkungan di Indonesia timur.

Penulis : Hasan
Editor : Muh. Syakir
#Pasar Tempe Wajo #Laksus #Bupati Wajo Amran Mahmud
Berikan Komentar Anda