BONE, PEDOMANMEDIA - Pasca sering difoto dan diukur oleh petugas pengerjaan jalan. Jalan poros yang menghubungkan sejumlah kecamatan bahkan antar kabupaten tepatnya di Desa Tea Musu Kecamatan Ulaweng Bone, akhirnya tersentuh aspal sepanjang ratusan meter.
Pengaspalan jalan yang menyentuh ratusan meter jalan di Tea Musu merupakan proyek pengerjaan jalan poros dari arah Pasar Koppe Kecamatan Bengo hingga Dusun Todda Bonga Desa Tea Musu Kecamatan Ulaweng.
Sementara kondisi sambungan jalan yang telah diaspal di desa tersebut, terpantau kembali berkubang setelah sebelumnya sempat mendapat perbaikan dengan ditimbun dan diratakan oleh alat berat.
"Untuk wilayah Desa Tea Musu yang diaspal panjangnya melewati beberapa tiang listrik, berarti itu ratusan meter panjangnya yang sudah diaspal," ungkap salah seorang warga setempat, Ittang kepada PEDOMANMEDIA, Sabtu (30/10/2021).
Warga Desa Tea Musu berharap agar sepanjang jalan di desanya hingga tembusan ke poros Kecamatan Amali dapat diaspal tahun depan. Pasalnya, kondisi jalan saat ini kembali berkubang lantaran musim hujan telah tiba.
Diberitakan sebelumnya, pasca sering difoto dan diukur oleh petugas pengerjaan jalan poros yang berstatus jalan nasional ini ini mendapat perbaikan dengan ditimbun jalan berlubang serta meratakannya.
Sementara sambungan jalan yang sudah diaspal ratusan meter tersebut, mengalami kerusakan parah mirip empang hingga mendapat perbaikan dan kini kembali berkubang di sejumlah titik jalan.
Jalan ini sudah puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan menyeluruh. Akibatnya aspal terus mengelupas, tanah dan batu-batu berserak, serta sejumlah lubang besar menganga mirip empang yang membahayakan warga pengguna jalan.
Salah satu warga setempat yang enggan dimediakan namanya mengatakan, kerusakan jalan di sepanjang jalan di desa tempat tinggalnya, diperkirakan sudah mencapai kurang lebih 92 persen tingkat kerusakannya.
Mirisnya, kata dia, jalan poros yang sudah berkali-kali difoto, dipatok dan diukur oleh petugas jalan itu, hingga saat ini tak kunjung mendapatkan perbaikan secara menyeluruh.
“Sering difoto dan dipatok saja tidak dikerja. Akibatnya, ya makin parah rusaknya. Kalau hujan kayak empang dan saat musim kemarau berdebu. Menggangu pengendara dan berbahaya, berpotensi laka lantas,” ungkapnya.
BERITA TERKAIT
-
Bupati Andi Asman Harap PSBM XXVI Buka Keran Investasi di Bone
-
Resmi! Pendaftaran Bakal Calon Kades PAW Lilina Ajangale Bone Dibuka Lusa
-
Wabup Bone Minta TPID Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Jelang Lebaran
-
Wabup Bone Minta TPID Awasi Penimbunan yang Bisa Picu Gejolak Harga Pangan
-
Bone 10 Besar Nasional Pengelolaan Sampah Terbaik, Bupati Asman: Kado Untuk Rakyat