Bone Serap KUR Sebesar Rp1,03 Triliun, Tertinggi Kedua di Sulsel
Penyalur KUR di Kabupaten Bone, Bank BRI merupakan yang terbesar realisasi sampai dengan bulan September 2021 yaitu sebesar Rp880,41 miliar atau 85,11?ri total sebesar Rp1,03 triliun.
BONE, PEDOMANMEDIA - Meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, tetapi sebesar realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Bone sampai dengan bulan September 2021 dapat mencapai Rp1,03 triliun dan merupakan tertinggi kedua dibandingkan dengan 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan.
Hal tersebut berdasarkan data pada Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) sampai dengan bulan September 2021, realisasi KUR di Kabupaten Bone tercatat Rp1,03 triliun dan mengalami pertumbuhan sebesar 25,92% bila dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp814,86 miliar .
Jika dilihat dari jumlah debitur KUR, Kabupaten Bone juga merupakan yang terbesar kedua setelah Kota Makassar yaitu sebanyak 25.543 debitur atau 9,88% dari total debitur di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 290.994 debitur sampai dengan bulan September 2021.
Bila dilihat dari jenis skema kredit, Kredit Mikro merupakan realisasi terbesar di Rp1,03 triliun. Disusul, Kredit Kecil sebesar Rp215,04 miliar atau 20,96%, dan Kredit Super Mikro (Supermi) sebesar Rp21,54 miliar atau 2,10%.
Jika dilihat dari penyalur KUR di Kabupaten Bone, Bank BRI merupakan yang realisasi terbesar sampai dengan bulan September 2021 yaitu sebesar Rp880,41 miliar atau 85,11% dari total sebesar Rp1,03 triliun, disusul Bank Mandiri sebesar Rp70,02 miliar atau 6, 82%. Bank BNI sebesar Rp57,44 miliar atau 5,60%, Bank Syariah Mandiri sebesar Rp12,50 miliar atau 1,22%, BRI Syariah sebesar Rp2,95 miliar atau 0,29%, dan BPD Sulselbar sebesar Rp2,73 miliar atau 0 ,27%.
Sementara itu, bila dilihat dari sektor ekonomi di Kabupaten Bone terdapat tiga penyumbang terbesar, yaitu Sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan merupakan yang terbesar menyerap KUR sampai dengan bulan September 2021 yaitu sebesar Rp655,65 miliar atau 63,90%, disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp253,67 miliar atau 24,72% dan sektor Perikanan sebesar Rp39,72 miliar atau 3,87%.
Sedangkan sisanya terdistribusi di berbagai sektor ekonomi lainnya yang perlu terus mendapat perhatian dan dikembangkan.
Terkait hal tersebut, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharan Negara (KPPN) Watampone, Rintok Juhirman, Jumat (22/10/2021) berharap di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pelaku UMKM dapat memanfaatkan KUR.
"Berharap di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pelaku UMKM dapat memanfaatkan KUR sebagai salah satu sumber pembiayaan yang murah karena mendapatkan subsidi bunga dari pemerintah. UMKM Bangkit, Indonesia Kuat," tulisnya.
