Muh. Chaidir : Jumat, 01 Oktober 2021 18:39
Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, AKBP Yudi Frianto mengatakan hasil tes urine pelaku pembakar Mimbar negatif (ist)

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Rumor terkait kesehatan mental pelaku pembakaran Masjid Raya Makassar nampaknya belum cukup bukti. Hasil uji urine pelaku diakui Satresnarkoba Polrestabes Makassar tidak menunjukkan adanya kandungan amfetamin dan metafetamin.

"Kalau dari hasil sementara, tidak ada yang positif baik itu amfetamin, metafetamin maupun ganja," kata Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, AKBP Yudi Frianto, Jumat (1/10/2021).

Sebelumnya KB memang sempat berbuat nekat diluar prilaku normal ummat beragama. Mimbar masjid dibakarnya atas dasar sakit hati.

Usut punya usut berdasarkan keterangan keluarganya, KB memang dikenal sebagai pengguna narkoba jenis tembakau gorilla. Sudah sejak lama dirinya mengkonsumsi ganja sintetis tersebut.

Namun begitu, hasil uji laboratorium ternyata berbeda, sehingga pihak kepolisian kembali menunggu hasil uji laboratorium lagi untuk memastikan pelaku merupakan pengguna ganja sintetis.

Yudi tak menampik untuk pemeriksaan urine bagi orang yang mengkonsumsi tembakau sintetis umumnya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengetahui hasilnya.

Pasalnya, jika hanya menggunakan alat tes urine cepat hasilnya tidak terbaca, sehingga urine baik tersangka BT maupun kedua rekannya, yakni MT dan RZ masih di laboratorium forensik.

"Kalau tembakau gorila itu, kalau dites kit urinenya itu tidak terbaca, tapi kalau di lab akan kelihatan (hasilnya). Masih di lab, karena tembakau sintetis ini agak lama hasilnya keluar," ungkapnya.

Meski demikian, kata Yudi apabila hasil tes urine baik tersangka maupun rekannya positif mengkonsumsi tembakau sintetis. Maka pihaknya akan melakukan rehabilitasi.

"Yang pasti kalau positif akan direhabilitasi pastinya. Karena tidak ada barang bukti yang diamankan di badannya," pungkasnya.