Orari-Rapi yang Tetap Hidup di Wajo: Tak Lagi Sekadar 'Rojer', Kini Tangani Bencana
RAPI dan Orari Lokal Wajo adalah dua saudara dan tidak dapat dipisahkan. Keduanya lahir dari rakyat dan akan berkontribusi untuk rakyat.
SENGKANG, PEDOMANMEDIA - Radio amatir (ORARI) pernah berjaya di era 80-an. Namun kemudian punah di awal tahun 2000. Tergantikan hegemoni teknologi digital.
Tetapi di Kabupaten Wajo, Orari tetap hidup. Organisasi ini bahkan jauh merambah ke berbagai kegiatan sosial.
Ahad kemarin, Rapi atau Radio Antar Penduduk Indonesia Wilayah 24.17 membentuk tim reaksi cepat. Tim ini konsen dalam kerja-kerja sosial dan kebencanaan.
Bupati Wajo Amran Mahmud memuji orari dan Rapi yang bisa tetap bertahan di tengah desakan teknologi. Ia mengatakan, Orari memiliki sejarah panjang. Ia lestari sampai kini.
"Saat Orari dan Rapi terjun dalam kegiatan sosial ini menunjukkan eksistensinya. Saya yakin Orari dan Rapi masih punya tempat di masyarakat," kata Amran saat membuka kegiatan Pelantikan dan Pengukuhan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Bimbingan Organisasi (BO) RAPI Wilayah 24.17 Wajo kemarin.
Kegiatan dirangkai peringatan ulang tahun yang pertama Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 24.17 Wajo. Turut hadir Ketua RAPI Daerah 24 Sulawesi Selatan bersama jajaran pengurus, Muhammad Ashari, Sekretaris Bakesbangpol, Kurniana, Camat Tempe, Supardi, Organisasi Amatir Radio (Orari) lokal Wajo, Pengurus RAPI Kab/Kota, Pengurus RAPI Wilayah 24.17 Wajo serta undangan lainnya.
Amran berharap semoga organisasi RAPI Wajo ini menjadi wadah untuk saling menjalin kebersamaan dan silaturrahim, khususnya antarpengurus.
"Apalagi dalam hadits dijelaskan bahwa barangsiapa yang menjalin silaturrahim, insya Allah akan dipanjangkan dan bermanfaat umurnya dan dilapangkan rezekinya. Bahkan akan dimudahkan segala urusannya," ucap Amran
Ketua Orari Lokal Wajo ini juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas terbentuknya TRC RAPI Wajo ini. Ia berharap Rapi bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan kebencanaan.
"Kita bersyukur dengan keberadaan TRC RAPI Wajo ini, bertambah lagi jumlah relawan penanganan kebencanaan kita. Semoga nantinya bisa berkolaborasi dengan unit penanganan bencana yang sudah ada," ucap Amran.
Amran juga menyampaikan selamat ulang tahun yang pertama kepada jajaran pengurus Rapi Wilayah 24.17 Wajo. Ia yakin Rapi akan mengikuti jejak Orari.
Dulu Orari dikenal dengan kata-kata 'rojer'. Setelah lebih dari 30 tahun 'rojer' tak lagi terdengar. Tapi Orari masih hidup. Kontribusinya kini lebih nyata di bidang sosial.
"Semoga tetap jaya dan sukses selalu serta tetap memberikan kontribusi bagi Kabupaten Wajo." ucap Amran.
Ketua RAPI Daerah 24 Sulawesi Selatan, Muhammad Ashari menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Wajo Amran Mahmud pada kesempatan tersebut. Ia memuji Amran yang tetap memberi dukungan penuh kepada Orari dan Rapi.
"Kita patut berbangga bahwa begitu perhatiannya Bapak Bupati kepada organisasi kita, terbukti hari ini Beliau menyempatkan diri menghadiri kegiatan kita hari ini. Apalagi selama satu tahun ini, Bapak Bupati banyak membantu dan mendukung RAPI Wajo ini," ucapnya.
Sementara Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 24.17 Wajo, Palebengi Daud menyampaikan bahwa RAPI dan Orari Lokal Wajo adalah dua saudara dan tidak dapat dipisahkan. Keduanya lahir dari rakyat dan akan berkontribusi untuk rakyat.
"Kami laporkan kepada Bapak Bupati bahwa rata-rata pengurus RAPI Wajo ini adalah pengurus Orari juga, jadi tidak dapat dipisahkan dan saling beriringan. Apalagi Bapak Bupati juga adalah Ketua Orari Lokal Wajo," ucapnya.
