PPKM Lanjut, ini Kata Luhut Soal Ancaman Gelombang 3 Corona di Akhir Tahun
Indonesia terus menunjukkan kemajuan menggembirakan dalam penanganan pandemi. Indonesia mencatat angka reproduksi Corona di bawah 1%.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 4 Oktober. PPKM akan terus lanjut hingga seluruh indikator Corona dianggap berada di level aman.
"PPKM wilayah Jawa dan Bali akan dievaluasi per dua pekan. Di luar Jawa dan Bali juga setiap 2 minggu. Sampai kapan PPKM kita akan lihat sampai seluruhnya kita nilai aman," terang Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Senin (20/9/2021).
Luhut mengklaim, pendemi telah terkendali. Beberapa indikator level aman telah dicapai. Namun PPKM harus tetap dilanjutkan untuk menekan mobilitas masyarakat.
Kata dia, Indonesia terus menunjukkan kemajuan menggembirakan dalam penanganan pandemi. Torehan terbaru, Indonesia mencatat angka reproduksi Corona di bawah 1%.
"Ini untuk yang pertama kalinya sejak pandemi. Kita kini berada di bawah angka reproduksi 1% atau sekitar 0,89%," ujar Luhut.
Dijelaskan Luhut, dengan hasil ini, berarti setiap satu kasus memiliki rata-rata tingkat penularan 0,9 orang. Menunjukkan bahwa angka penyebaran terus menyusut. Dan angka kasus semakin terkendali.
"Secara umum kita semakin terkendali. Tapi tentu kedisiplinan prokes tidak boleh kendor. Karena kasus bisa naik jika terjadi mobilitas yang tak terkontrol," jelasnya.
Luhut menjelaskan, gelombang pertama Covid terjadi lebih dari 12 bulan pada Maret 2020 hingga April 2021. Angka kasus dalam rentang waktu itu mencapai 2 juta.
Gelombang kedua datang saat varian Delta muncul pada awal April 2021. Ledakan varian Delta menyerang Indonesia sebulan usai memporak-porandakan India.
Gelombang kedua hanya berlangsung sekitar 6 bulan, namun menoreh peta penyebaran paling ekskalatif. Yakni mencapai 2 juta kasus.
Sejak ledakan varian Delta, Indonesia juga tercatat sebagai negara dengan angka kematian harian tertinggi di dunia. Indonesia pernah menyentuh rekor 2.000 lebih kematian pada Juli lalu. Rekor ini mengungguli India dan Brasil.
Memasuki Agustus, angka Corona mulai jinak. PPKM selama 6 pekan berhasil menekan mobilitas warga dan melokalisasi penularan. Jawa Bali mulai melandai.
Tersisa beberapa provinsi di Sulawesi dan Kalimantan yang belum terkendali. Peta penyebaran zona merah juga berkurang lebih dari 30% dibanding Juli lalu.
"Ini capaian yang menggembirakan. Tapi jangan lengah karena ancaman belum berakhir," paparnya.
Menurut Luhut, kondisi ini bisa kembali. Bahkan lebih buruk, jika kedisiplinan prokes menurun. Karena itu ia mengajak masyarakat agar tetap patuh pada protap yang diatur dalam PPKM.
"Kalau tidak, kita akan menghadapi gelombang baru yang mungkin lebih dahsyat," jelasnya.
Luhut mengajak masyarakat sama sama menjaga kondisi ini. Di antaranya dengan mempertahankan kedisiplinan prokes, membatasi interaksi dan menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan.
"Keselamatan harus menjadi yang utama. Dan itu hanya bisa dicapai jika semua kompak," imbuh Luhut.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
