Bertekad Jadi Bintara, Hafidz Ini Dapat Wejangan Dari Kapenrem Kendari
Menjadi Bintara Prajurit Karier TNI-AD tidak hanya soal administrasi. tes selanjutnya akan lebih berat dari seleksi Panda sebab harus melewati tes yang ketat.
KENDARI, PEDOMAN MEDIA - Setelah dinyatakan lulus mengikuti seleksi calon Bintara Prajurit Karier TNI-AD. Seorang hafidz asal Bau-Bau, Laode Mushaf Raja Ika mendapat wejangan dari PLH Kapenrem 143/HO Kota Kendari, Letda Inf Rusmin Ismail.
Menurutnya, Laode Mushaf harus benar-benar mempersiapkan diri dengan baik, sebab menjadi Bintara Prajurit Karier TNI-AD tidak hanya soal administrasi.
Mereka (calon Bintara) juga harus dinyatakan sehat jasmani dan rohani, selain itu harus lolos postur dan tes ideologi.
Olehnya kata Rusmin, Laode harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Sebab tes selanjutnya akan lebih berat dari seleksi Panda.
“Meski dengan prestasi tersebut, saat di Makassar nanti mereka harus melewati pemeriksaan/ujian terkait administrasi, kesehatan, jasmani dan postur, mental ideologi, Kesehatan Jiwa dan Psikologi yang materinya lebih lengkap dan tentunya lebih berat dibanding dengan Sub Panda,” tandasnya.
Sementara itu, La Ode Mushaf Rafli Raja Ika mengatakan bahwa keinginannya untuk menjadi prajurit TNI AD tidak lain untuk mengabdikan diri kepada negara dan bangsa, serta mengangkat derajat orang tua dan keluarganya.
“Juga nanti, apabila saya berhasil menjadi prajurit TNI AD, saya ingin mewakili TNI AD dalam lomba-lomba keagamaan,” ujarnya. (Edy)
